Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua bakal calon Bupati Bojonegoro yang diprediksi maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 bertemu dalam sebuah kegiatan rutin sayap Nahdliyyin di Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.
Keduanya adalah Bupati Bojonegoro periode 2018-2023 Anna Mu’awanah dan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah. Keduanya bertemu dalam kegiatan rutinan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat dan Fatayat Nahdlatul Ulama Kecamatan Kepohbaru.
Konten visual baik foto maupun video pertemuan keduanya yang berlangsung di Desa Betet Kecamatan Kepohbaru pada Minggu (25/5/2024) itu langsung menyebar disejumlah jejaring media sosial. Narasinya juga sangat beragam. Bagaimana keduanya menanggapi itu?
Mantan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengaku narasi dan konten visual yang beredar di media sosial itu hal biasa. Gorengan narasi yang diciptakan menurut dia, seharusnya bisa mendidik bagi masyarakat dan lebih berkualitas.
“Apa tidak ada yang lebih mendidik dan berkualitas. Video yang beredar itu apa yang sesungguhnya?,” katanya, Rabu (29/5/2024).
Dalam pertemuan satu kajian itu, lanjut Anna, dia tidak membahas apa-apa dengan Nurul Azizah. Ia mengaku hanya khidmad mengikuti pengajian yang didatanginya. Namun, karena panggung kegiatan lebih tinggi dan jaraknya dekat dari tempat duduknya sehingga otomatis kepala akan mendongak ke atas.
“Maka kalau serius dengarkan pasti kepala akan dongak ke atas. Memang ngaji mau bahas apa?,” pungkas perempuan yang juga sebagai Ketua DPC PKB Bojonegoro itu.
Jurnalis beritajatim.com juga menghubungi Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah via WhatsApp. Namun, hanya terdapat notifikasi dibaca. Hingga berita ini ditulis dan diunggah tidak ada jawaban.
Untuk diketahui, keduanya diprediksi bakal maju sebagai calon bupati dalam Pilkada Bojonegoro yang akan digelar November 2024 mendatang. Anna Mu’awanah maju sesuai usulan DPC PKB Bojonegoro dan telah diklaim telah mendapat rekomendasi dari DPP PKB.
Sedangkan Nurul Azizah yang sekarang masih aktif menjabat orang nomor wahid bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Bojonegoro itu akan maju melalui jalur non partai politik atau independen. Syarat dukungan yang diserahkan ke KPU Bojonegoro kini masih dalam proses verifikasi oleh KPU. [lus/beq]






