Runtuhnya bangunan tiga lantai dan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Petugas mengungkap ada tujuh korban yang masih
Penulis: Rama Indra
Sebanyak 59 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dilaporkan masih hilang di tengah insiden musibah bangunan tiga lantai dan musala runtuh
Proses pencarian korban tertimbun runtuhan bangunan tiga lantai dan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo mulai dilakukan dengan menggunakan alat berat
Tangsian pecah, suasana haru menyelimuti halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Menjelang berakhirnya masa golden time 72 jam, Tim SAR gabungan menggelar asesmen terakhir untuk menentukan langkah pencarian korban tertimbun reruntuhan bangunan
Satu korban meninggal dunia di bawah runtuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo ditemukan dalam posisi sujud.
Korban tertimbun reruntuhan bangunan tiga lantai dan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo yang berhasil dievakuasi petugas pada pencarian hari ketiga, Rabu (1/10/2025), berjumlah tujuh orang.
Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan seluruh korban, termasuk para santri dalam musibah ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny
Proses evakuasi korban runtuhan gedung tiga lantai beserta musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, kembali menemukan dua korban
Runtuhnya gedung tiga lantai beserta musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dipastikan mengalami kegagalan konstruksi.









