Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan seluruh korban, termasuk para santri dalam musibah ambruknya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo akan mendapatkan bantuan pengobatan dari pemerintah, Rabu (1/10/2025).
Hal itu dikatakan oleh Menteri Sosial (Mensos) RI Gus Ipul disela-sela kunjungannya meninjau kondisi ambruknya bangunan tiga lantai termasuk musala Ponpes Al Khoziny, serta menjenguk keluarga para santri.
“Dijamin lah, kita akan berkolaborasi dengan provinsi dan kabupaten/kota, kita akan dukung sampai tuntas pengobatannya. Ada yang luka ringan, ada yang luka sedang, ada yang luka berat, semuanya akan diberikan dukungan,” kata Gus Ipul di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Rabu (1/10/2025).
Ia menambahkan, pemerintah juga akan hadir untuk memberikan santunan sebagai bentuk belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia.
“Yang meninggal dunia pun juga diberikan santunan. Jadi sudah ada indeks-indeksnya yang nanti akan kita serahkan pada waktunya. Tentu ini melalui proses asesmen,” jelasnya.
Pihaknya berharap masih banyak korban yang bisa diselamatkan oleh petugas, sehingga proses evakuasi terus dilakukan oleh tim SAR Gabungan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Tapi, hari ini yang lebih besar adalah evakuasi,” ucap Gus Ipul.
Seperti diketahui, gedung tiga lantai termasuk musala di asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk pada Senin (29/9) sore.
Saat kejadian, diketahui ada ratusan santri yang sedang melaksanakan salat Ashar berjemaah di gedung yang masih dalam tahap pembangunan tersebut.
Berdasarkan data sementara Kantor SAR Surabaya hingga Selasa (30/9) malam, terdapat 102 orang santri menjadi korban dalam peristiwa ini. Dari jumlah itu, tiga orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Diperkirakan masih ada 91 orang yang terjebak di reruntuhan. (rma/ted)






