Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa mengkritik Bupati Hendy Siswanto yang menjawab pandangan umum fraksi terhadap Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, 2023 ala kadarnya saja.
Penulis: Oryza A. Wirawan
Fraksi Partai Nasional Demokrat kecewa terhadap jawaban bupati terhadap pandangan umum fraksi dalam sidang paripurna pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Tahun Anggaran 2023.
Fraksi PDI Perjuangan menyetujui Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember 2023 dengan berat hati. Hal ini dikemukakan juru bicara fraksi Tabroni, saat membacakan pandangan akhir dalam sidang paripurna di gedung DPRD Jember, Jumat (29/9/2023) malam.
Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, disahkan pada waktu sekitar satu jam sebelum tengah malam, Jumat (29/9/2023). Hanya tersisa waktu sekitar 2,5 bulan untuk dilaksanakan.
DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendesak pemerintah daerah setempat untuk serius menangani isu lingkungan hidup. Pemkab Jember dinilai belum terlihat memperhatikan persoalan ini sungguh-sungguh.
Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, membangun pabrik pupuk organik tahun ini. Namun pembangunan pabrik tersebut dinilai parlemen tak cukup untuk mengatasi kesulitan petani soal pupuk.
Fraksi Partai Nasional Demokrat DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur memuji pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang dilakukan pemerintah daerah setempat, sehingga bisa bangkit dari keterpurukan pasca pandemi Covid.
DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengkritik ketidakjelasan konsep pengembangan pariwisata oleh pemerintah daerah setempat. Padahal pariwisata berpotensi menjadi mesin pendulang pendapatan.
Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dinilai belum merata. Perencanaannya pun dinilai lemah oleh Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Kabupaten Jember, Jawa Timur, tumbuh 4,53 persen pada 2022. Lebih baik daripada tahun sebelumnya yang mencatatkan angka pertumbuhan empat persen. Namun Fraksi PDI Perjuangan menilai pertumbuhan ekonomi itu masih semu.









