Jember (beritajatim.com) – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dinilai belum merata. Perencanaannya pun dinilai lemah oleh Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember.
“Pembangunanan infrastrutur di Kabupaten Jember belum merata hingga ke jalan – jalan desa. Masih banyak kami temukan jalan – jalan yang masih rusak parah. Pekerjaan pembangunan di Dinas PU Bina Marga, Dinas Cipta Karya, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, sangatlah kecil pelaksanaannya,” kata Alfan Yusvi, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan.
PDI Perjuangan menilai terjadi kelemahan perencanaan, karena hingga oktober 2023 tidak ada kejelasan pembangunan yang signifikan. “Sementara, pada Februari 2023, sudah pernah di-launching kegiatannya, namun dibatalkan karena alasan tidak jelas,” kata Alfan.
Peluncuran pembangunan lalu kembali dilakukan pada Juli 2023. “Namun dibatalkan, karena adanya pergantian Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga. Kemudian, dari 21 paket bergeser menjadi 16 paket. Itupun tidak jelas penanganannya,” kecam Alfan.
“Sementara itu, jalan dan trotoar di lingkungan Jalan Gajah Mada yang merupakan kewenangan nasional, telah dikerjakan oleh Pemkab Jember. Penganggarannya berupa belanja modal, dan bukan hibah. Seharusnya anggaran dipergunakan untuk aset milik Pemkab Jember. Hal itu, semakin memperjelas bahwa perencanaan pembangunan lemah,” kata Alfan.
PDI Perjuangan meminta pemerintah menghindari praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang hanya akan menyebabkan rendahnya kualitas proyek. “Semoga terhindar dari terjadinya praktik –praktik pemotongan, setoran, serta fee – fee yang tidak jelas,” kata Alfan.
Bupati Hendy Siswanto mengatakan, 90 persen dari 2.695,752 kilometer jalan kabupaten dalam kondisi mantap. “Kalaupun masih terdapat konektivitas jalan yang belum tertangani, maka akan menjadi prioritas penganggaran di tahun berikutnya,” katanya, dalam sidang paripurna Perubahan APBD 2023, di DPRD Jember, Selasa (26/9/2023) malam.
Hendy mengingatkan, bahwa pembangunan jalan desa merupakan kewenangan pemerintah desa. “Namun demikian dalam perencanaan ke depan menjadi target prioritas Pemerintah Kabupaten jember, untuk meningkatkan akses dan konektivitas jalan sampai ke pelosok desa sebagai jalur ekonomi,” katanya.
“Di sisi lain program kegiatan pembangunan dan rehabilitasi sekolah yang dialokasikan pada APBD awal, saat ini sudah dalam proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Sebagian sudah masuk tahapan proses lelang serta pemilihan pihak ketiga. Ditargetkan awal atau pertengahan Desember selesai pelaksanaannya,” kata Hendy. [wir]






