Mahasiswa Universitas Jember yang tergabung dalam Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga Bulutangkis membikin Boska, camilan dengan bahan dasar biji karet, di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Jawa Timur.
Penulis: Oryza A. Wirawan
Dua hari terakhir, sejumlah anggota baru DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, sibuk menemui para mahasiswa yang berunjuk rasa mengawal putusan Mahkamah Konstitusi. Aksi mahasiswa menyatukan para wakil rakyat yang berbeda partai dan calon bupati yang didukung.
Koalisi Indonesia Menggugat (KIM) Plus Jember mendesak DPRD Kabupaten Jember untuk menekan DPR-RI, agar menghentikan upaya revisi Undang-Undang Pilkada.
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Organisasi Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengingatkan DPR RI agar tidak mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi soal pemilihan kepala daerah, karena dapat mengancam keutuhan negara.
“Mudah-mudahan ada partai lain yang bisa bergabung bersama kita. Tapi jika pun tidak, PDI Perjuangan bersama kedua tokoh yang kita cintai ini akan maju terus pantang mundur untuk memenangi hati masyarakat Jember dan membela kepentingan wong cilik di Jember, memajukan pembangunan Jember lebih baik, setidaknya dalam lima tahun mendatang. Ever onward never retreat.”
Bupati Hendy Siswanto menyatakan akan bersama PDI Perjuangan dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dia tidak akan mencari tambahan partai koalisi untuk mencalonkan diri bersama Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman.
Manuver DPR RI mendapat perlawanan dari kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ratusan mahasiswa baru bersama aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa, dan civitas akademika mengibarkan bendera setengah tiang di halaman kampus, Kamis (22/6/2024).
Hari pertama kerja 6 orang legislator PDI Perjuangan setelah dilantik kemarin, Rabu (21/8/2024), adalah menemui aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), di bundaran jalan depan gedung DPRD Jember, Jawa Timur, Kamis (22/8/2024).
Muhammad Iqbal, dosen Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengibarkan bendera setengah tiang di depan rumahnya. Iqbal memprotes penjegalan putusan Mahkamah Konstitusi tentang pemilihan kepala daerah oleh DPR RI.
Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman melihat ada upaya kesengajaan menciptakan calon tunggal melawan kotak kosong dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, saat bertemu sejumlah elite politik di Jakarta.









