Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Besar Ngawi turun sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama libur sekolah.
- Daging ayam, telur, cabai, bawang merah, hingga berbagai sayuran mengalami penurunan harga.
- Turunnya harga membuat jumlah pembeli meningkat dan mendorong aktivitas perdagangan di pasar tradisional.
- Pedagang memperkirakan harga bahan pokok akan kembali naik setelah Program MBG kembali berjalan.
Ngawi (beritajatim.com) – Turunnya permintaan bahan pangan selama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara pada masa libur sekolah membawa dampak langsung terhadap harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Besar Ngawi, Jawa Timur. Berbagai komoditas pangan mengalami penurunan harga, sementara aktivitas jual beli di pasar tradisional justru semakin ramai.
Pantauan pada Jumat (3/7/2026) menunjukkan harga daging ayam, telur, cabai, bawang merah, hingga berbagai jenis sayuran mengalami penurunan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Kondisi tersebut disambut positif oleh masyarakat karena membantu menekan pengeluaran rumah tangga.
Salah satu komoditas yang mengalami penurunan cukup besar adalah daging ayam. Harga jual kini berada di kisaran Rp29 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya Rp35 ribu hingga Rp36 ribu per kilogram.
Harga telur ayam juga ikut turun menjadi Rp21 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram.
Penurunan harga turut terjadi pada komoditas hortikultura. Cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp60 ribu per kilogram kini dijual Rp48 ribu per kilogram. Sementara itu, harga tomat turun dari Rp12 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah terkoreksi dari Rp45 ribu menjadi Rp37 ribu per kilogram.
Komoditas sayuran juga mengalami penurunan. Daun sawi kini dijual Rp4 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp7 ribu, sedangkan kubis turun dari Rp12 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram.
Di tengah tren penurunan harga tersebut, wortel justru mengalami kenaikan. Harga komoditas ini naik menjadi Rp22 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp18 ribu per kilogram.
Warga Ngawi, Girga Anggun Pertiwi, mengaku senang dengan turunnya harga berbagai kebutuhan pokok. Menurutnya, kondisi tersebut sangat membantu masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dalam mengatur pengeluaran keluarga.
“Semua harga turun, kita masyarakat jadi senang, terutama kayak kita ibu-ibu. Penyebabnya karena MBG libur,” ujar Girga Anggun Pertiwi.
Turunnya harga juga membawa dampak positif bagi pedagang. Penjual daging ayam di Pasar Besar Ngawi, Endang Lestari, mengatakan jumlah pembeli meningkat cukup signifikan sejak harga berbagai kebutuhan pokok mulai turun.
Menurutnya, jika sebelumnya hanya mampu menjual sekitar 10 ekor ayam setiap hari, kini penjualannya meningkat hingga sekitar 20 ekor per hari.
“Pembeli ramai, semua harga turun, telur turun, daging ayam turun. Diperkirakan akan naik setelah libur sekolah karena MBG masih libur,” kata Endang Lestari.
Meningkatnya jumlah pembeli menunjukkan harga pangan memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas perdagangan di pasar tradisional. Ketika harga lebih terjangkau, masyarakat cenderung membeli kebutuhan dalam jumlah lebih banyak sehingga perputaran ekonomi pedagang kecil ikut meningkat.
Penurunan harga sejumlah bahan pokok diperkirakan berkaitan dengan berkurangnya permintaan selama Program Makan Bergizi Gratis belum berjalan akibat libur sekolah. Dengan menurunnya kebutuhan pasokan untuk program tersebut, harga berbagai komoditas di pasar ikut terkoreksi.
Pedagang memperkirakan tren harga murah ini hanya bersifat sementara. Setelah masa libur sekolah berakhir dan Program Makan Bergizi Gratis kembali dilaksanakan, permintaan bahan pangan diprediksi meningkat sehingga harga daging ayam, telur, cabai, dan komoditas lainnya berpotensi kembali naik. Masyarakat pun diimbau memanfaatkan momentum penurunan harga saat ini untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, sementara pedagang berharap stabilitas pasokan tetap terjaga agar aktivitas perdagangan terus bergerak positif.






