Hafidi, politisi Partai Kebangkitan Bangsa, menyebut kontroversi sound horeg telah mempermalukan pemerintahan Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dia menyebut kunci penanganan ada pada kepolisian.
Penulis: Oryza A. Wirawan
Sentilan menohok datang dari Abdul Wahab Ahmad, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan membandingkan perlakuan terhadap sound horeg dengan volume suara azan dari pelantang suara.
Siti Baidaus Sholeha, politisi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendesak agar sound horeg diatur dalam Peraturan Daerah Ketertiban Umum yang sedang dibahas parlemen saat ini.
Mayoritas warga di Kabupaten Jember, Jawa Timur, sebenarnya tidak suka dan merasa terganggu dengan pertunjukan sound horeg. Namun mereka memilih diam karena takut.
DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyarankan kepada para pegawai non aparatur sipil negara (ASN) pemerintah daerah setempat untuk membuat petisi kepada pemerintah pusat soal nasib status kepegawaian mereka.
Bupati Muhammad Fawait melayangkan surat kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi untuk menanyakan dua hal terkait nasib ribuan pegawai non aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Ribuan pegawai non aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menuntut agar diusulkan menjadi pegawai paruh waktu ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengukuhkan Jekti Prihatin, seorang peneliti spesialis ulat sutra, menjadi guru besar bidang entomologi pada Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Nowhere to Run adalah kisah lucu dan mengharukan tentang kehidupan di kursi panas klub sepak bola tarkam. Buku ini bercerita tentang kegembiraan yang meluap-luap dan kekecewaan pahit dari sisi yang kurang glamor dari sepak bola.
Gary Lineker, legenda striker tim nasional Inggris itu, menyebut buku ini sangat kocak yang menyenggol beberapa isu serius dalam sepak bola. Isunya diawali dari pertanyaan: pernahkah kita bermimpi membentuk klub sepak bola sendiri.









