Surabaya (beritajatim.com) – PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan arus peti kemas sebesar 13,34 juta TEUs, tumbuh signifikan sebesar 6,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 12,48 juta TEUs.
Lonjakan ini menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi nasional, di mana sektor domestik menyumbang 8,94 juta TEUs dan sektor internasional mencapai 4,4 juta TEUs.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
“Kami mencatat kenaikan kunjungan kapal yang berbanding lurus dengan peningkatan komoditas daerah. Distribusi barang semakin masif,” ujar Widyaswendra dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026).
Beberapa titik pertumbuhan krusial di antaranya:
* TPK Jambi: Terkerek naik berkat permintaan semen untuk sektor properti.
* TPK Ternate: Tumbuh pesat didorong pengiriman kebutuhan tambang di Halmahera.
* TPK Merauke: Meningkat signifikan seiring akselerasi Program Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan.
Di sektor internasional, kenaikan arus peti kemas mencapai 10,28 persen. Salah satu performa paling menonjol ditunjukkan oleh Terminal Teluk Lamong dengan pertumbuhan fantastis sebesar 25 persen, yang dipicu oleh penambahan lima service (rute) baru. Selain itu, TPK Semarang juga mencatat lonjakan pengiriman ke negara mitra dagang utama seperti Korea, AS, Jepang, dan China.
Ekonom senior INDEF, Didik J. Rachbini, menilai angka ini adalah refleksi nyata dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,04 persen pada triwulan III 2025. Menurutnya, industrialisasi dan hilirisasi (seperti nikel) adalah kunci utama.
“Industri manufaktur dan perdagangan yang meningkat akan otomatis berdampak pada arus logistik. Arus peti kemas adalah urat nadi jasa logistiknya,” jelas Didik.
Senada dengan hal tersebut, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dan fungsi pelabuhan sebagai transhipment hub. Ia mengingatkan agar regulasi tetap konsisten demi menjaga iklim investasi.[rea]






