Mojokerto (beritajatim.com) – Situasi arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Mojokerto pada masa arus mudik Lebaran 2026, Kamis (19/3/2026), terpantau ramai namun tetap lancar dengan pergerakan kendaraan yang cukup tinggi di sejumlah jalur utama.
Satlantas Polres Mojokerto mencatat peningkatan volume kendaraan terjadi terutama di akses tol dan jalur penghubung antarwilayah. Lonjakan ini menjadi indikasi mulai padatnya arus mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kasat Lantas Polres Mojokerto, Muhammad Yogie Pratama, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola jalan tol untuk memantau perkembangan arus kendaraan secara berkala. Berdasarkan data di Gerbang Tol Penompo, rata-rata kendaraan yang keluar masuk mencapai sekitar 14.500 unit per hari.
“Dari jumlah tersebut, sekitar 7 ribu kendaraan meninggalkan wilayah Mojokerto, sedangkan 7.500 kendaraan masuk. Untuk di Simpang 5 Kenanten, kepadatan lalu lintas paling terlihat pada jalur dari Surabaya menuju Jombang. Sementara arus dari arah Jombang menuju Surabaya masih terpantau relatif tidak terlalu ramai,” ungkapnya.
Kendaraan yang melintas didominasi oleh roda dua, sedangkan kendaraan umum seperti travel maupun bus belum menunjukkan lonjakan signifikan. Kondisi ini menandakan mayoritas pemudik masih menggunakan kendaraan pribadi.
Sementara itu, kawasan wisata pegunungan seperti Pacet dan Trawas masih terpantau relatif sepi. Situasi ini dinilai wajar karena masyarakat masih fokus melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.
“Namun demikian, kami akan mengantisipasi potensi lonjakan wisatawan yang biasanya terjadi pada H+1 dan H+2 Lebaran. Kami juga menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kepadatan, di antaranya Simpang Lima Kenanten serta Simpang Lima Klenteng atau Taman Mojosari,” ujarnya.
Rekayasa lalu lintas serupa juga akan diterapkan di kawasan Pacet dan Trawas apabila terjadi peningkatan volume kendaraan wisatawan. Selain itu, personel kepolisian akan disiagakan untuk melakukan patroli guna memantau arus lalu lintas dan mengurai potensi kemacetan.
“Mojokerto bukan merupakan tujuan utama para pemudik karena lokasinya yang berdekatan dengan Surabaya dan kabupaten sekitar. Meski demikian, potensi peningkatan kunjungan wisata tetap menjadi perhatian utama. Kami mengingatkan kepada para pemudik agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” tuturnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga fokus saat berkendara, serta beristirahat maksimal setiap empat jam perjalanan. Selain itu, warga diminta memastikan rumah dalam kondisi aman dengan mengunci pintu serta mematikan aliran listrik sebelum bepergian guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. [tin/beq]






