Lamongan (beritajatim.com) – Demi keamanan dan kenyamanan arus mudik dan balik Lebaran 2022, kini sebanyak 44 perlintasan rel kereta api (KA) tanpa palang pintu yang ada di Lamongan telah berpenjaga.
“Ada sebanyak 44 perlintasan rel KA tanpa palang pintu yang aktif dilalui oleh warga dan semuanya kini sudah berpenjaga,” kata Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Heru Widi saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (1/5/2022).
Heru Widi menambahkan, penjagaan tersebut merupakan perhatian serius yang diberikan terhadap sejumlah perlintasan KA tanpa palang pintu, untuk menghindari kecelakaan dan hal-hal yang tak diinginkan.
Ia juga menyebut, 44 perlintasan yang kini sudah dijaga oleh relawan desa setempat ini tersebar mulai dari Kecamatan Deket hingga Kecamatan Babat. “Di Kabupaten Lamongan total perlintasan KA ada 140 titik. Untuk perlintasan yang resmi telah berpalang pintu dan berpenjaga sejak dulu,” terangnya.
Lebih lanjut, Heru menjelaskan, dilibatkannya relawan desa terdekat dari perlintasan KA ini untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di perlintasan KA tanpa palang pintu saat arus mudik maupun arus balik Idulfitri 1443 H.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan warga serta aparat pemerintahan untuk ikut serta menjaga perlintasan rel KA tanpa palang pintu ini agar perjalanan mudik lebaran tahun ini lancar dan aman,” tambahnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kereta-api”]
Tak cukup itu, menurut Heru, penjagaan rel KA oleh relawan yang dikordinasi oleh Dishub Lamongan ini juga mendapat apresiasi dari Dirjen Perhubungan Darat Kemhub RI. Pasalnya, relawan ini dinilai sangat membantu dalam memberi peringatan dan peningkatan keselamatan masyarakat.
Ke depan, pihaknya mengklaim akan memasang palang pintu di sejumlah perlintasan rel KA yang belum berpalang pintu. Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada para pemudik dan masyarakat di Lamongan untuk selalu waspada saat melintasi rel.
“Insyaallah nanti akan kita pasang palang pintu di perlintasan rel KA yang tanpa palang pintu ini secara bertahap. Tak lupa kami juga mengimbau kepada masyarakat yang melintasi rel KA tanpa palang pintu untuk berhenti sejenak dan selalu tengok kanan-kiri sebelum menyeberang,” pungkasnya. [riq/suf]






