Pasuruan (beritajatim.com) – Aruna berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK), komunitas pesisir, dan sejumlah pemangku kepentingan setempat, untuk mengadakan program pelatihan bagi hampir 100 nelayan di Provinsi Jawa Timur.
Tak hanya sebagai wadah sosialisasi tentang Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) dan BPJS TK, agenda yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ini juga memberikan pelatihan tentang higiene dan sanitasi untuk para “Aruna Picker”. Mereka adalah komunitas masyarakat pesisir yang andal dan produktif, yang kesehariannya bekerja untuk memproses komoditas perikanan Aruna sebelum diolah di pabrik.
Pelatihan terkait higiene dan sanitasi ini dipimpin langsung oleh tim Quality Control (QC) Aruna.
Dalam edukasi yang diberikan, Aruna Picker wajib memakai pakaian kerja yang memenuhi standar operasional prosedur, seperti apron, hair net, masker, sarung tangan, dan sepatu kedap air. Mereka juga diminta untuk tidak sama sekali menggunakan kosmetik dan perhiasan. Selain itu, Aruna Picker juga diedukasi tentang bagaimana cara mempertahankan rantai pendinginan melalui treatment teknis tertentu agar fluktuasi suhu dapat diminimalisir.
Edukasi tentang keberlanjutan ekosistem laut juga tak lupa dilaksanakan pada agenda yang sama.
“Kami meyakini bahwa edukasi tentang keberlanjutan ekosistem laut itu menjadi salah satu tantangan paling signifikan yang Aruna miliki hingga saat ini. Pemerataan edukasi, keteraturan, dan konsistensi, juga tanggapan masyarakat pesisir tentang hal-hal ini yang harus dijaga secara ketat oleh Aruna. Untuk itu, kali ini kami mengajak para nelayan yang hadir untuk melepaskan rajungan bertelur dan karapas di bawah 10 cm, mengingat mayoritas nelayan di daerah Pasuruan alat tangkapnya pakai jaring,” ujar Utari Octavianty, Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna.
Diana Kartika Pramodhawardhani, S.Pi, MM, Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Ahli Muda menambahkan, satu langkah, tapi banyak tujuan dan makna.
“Bersyukur sekali kita baik dari pemerintahan, sektor swasta, sampai ke ujung tombaknya, yakni masyarakat pesisir sendiri, mau saling membantu untuk menjaga kualitas hasil tangkap dari para nelayan kita ini. Yang muda dan yang tua, kita berkomitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan laut Indonesia yang kaya ini.” tandasnya.[rea]






