Surabaya (beritajatim.com)- Mata yang sehat biasanya memiliki bagian putih (sklera) yang tampak bersih dan jernih. Namun, kebanyakan orang biasanya mengabaikan perubahan warna pada bagian ini.
Padahal, warna mata bisa menjadi tanda penting tentang kondisi tubuh. Perubahan dari putih menjadi merah adalah yang paling sering terjadi, dan sering dianggap hanya karena kelelahan.
Salah satu penyebab umum mata menjadi merah saat ini adalah kebiasaan menatap layar gadget terlalu lama, atau dikenal sebagai Digital Eye Strain. Kondisi ini terjadi karena mata terus dipaksa bekerja tanpa istirahat saat kita menatap ponsel atau laptop selama berjam-jam. Akibatnya, mata bisa terasa kering, pegal, bahkan memicu sakit kepala.
Selain itu, lingkungan juga berpengaruh besar terhadap kesehatan mata. Polusi udara, asap, dan paparan sinar matahari (UV) dapat membuat pembuluh darah di permukaan mata melebar dan meradang. Hal ini menyebabkan mata terlihat merah atau berurat sebagai respons terhadap iritasi dari debu dan polusi.
Selain itu, biasanya juga akan muncul bercak merah terang di bagian putih mata yang terlihat seperti tumpahan darah. Meski terlihat menakutkan, kondisi ini biasanya disebabkan hal ringan seperti batuk keras, bersin, atau mengucek mata terlalu kuat, dan bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan khusus.
Masalah lain yang sering terjadi adalah mata merah akibat alergi atau infeksi. Dalam kondisi ini, mata tidak hanya merah, tetapi juga terasa gatal, panas, dan mengeluarkan kotoran lengket. Alergi tersebut bisa dipicu oleh bulu hewan atau serbuk sari, sementara infeksi virus atau bakteri dapat menular jika kebersihan tangan tidak dijaga.
Meskipun sebagian besar penyebab mata merah tidak berbahaya, ada beberapa tanda yang tidak boleh diabaikan. Jika mata merah disertai nyeri hebat, penglihatan tiba-tiba buram, atau sangat sensitif terhadap cahaya, segera periksa ke dokter.
Selain merah, perubahan warna lain juga bisa menjadi tanda penting. Misalnya, bagian putih mata yang menguning dapat menandakan gangguan pada hati. Munculnya cincin abu-abu kebiruan di pinggir mata bisa berkaitan dengan usia atau kadar kolesterol. Sedangkan garis-garis merah yang jelas menunjukkan bahwa mata sedang butuh istirahat.
Untuk menjaga mata tetap sehat, anda bisa menerapkan aturan sederhana 20-20-20 saat menggunakan layar. Artinya, setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek sejauh sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Jika mata terasa kering atau perih, anda bisa memberikan obat tetes mata untuk membantu meredakannya. [Wakhdah Alisa Berliana]






