Surabaya (beritajatim.com) – Dalam sebuah wawancara eksklusif di podcast Press Klaar beritajatim.com, Ketua DPD Golkar Surabaya, Arif Fathoni, memberikan pandangannya mengenai Pemilihan Walikota Surabaya (Pilwali).
Fathoni menyoroti pentingnya Pilkada sebagai sarana rekrutmen bagi Partai Golkar. Menurutnya, jika tidak ada kader partai yang bisa dikontestasikan, maka Golkar akan menitipkan dukungannya kepada kandidat lain yang memiliki elektabilitas tinggi, seperti Eri Cahyadi.
“Surat tugas yang diberikan kepada Eri Cahyadi dari DPP Golkar bukanlah semata perintah, tetapi didasarkan pada hasil survei dari delapan lembaga survei sejak September 2023. Ini bukan tentang kalah atau menang, tetapi tentang data survei yang objektif,” ujar Fathoni.
Lebih lanjut, Arif Fathoni menegaskan bahwa Partai Golkar melihat Pilwali bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi sebagai cara untuk mengonsolidasikan kekuatan politik. “Pesan dari Pak Sarmuji, Golkar ingin menjadi bagian dari pemenang. Rasionalitas adalah pijakan kami, dan kami tidak ingin memaksakan sesuatu. Tujuan kami adalah agar yang terpilih dapat meneruskan karya nyata untuk masyarakat,” jelasnya.
Dalam menghadapi Pilwali, Golkar terus melakukan konsolidasi internal dan mempersiapkan kekuatan partai. Fathoni juga mengungkapkan bahwa DPP Golkar telah memberikan surat rekomendasi tertulis pertama kali kepada Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, yang kemudian diikuti oleh partai lain.
“Di Surabaya, bursa calon walikota masih terus berkembang. Kemungkinan koalisi dalam Pilwali sangat terbuka, dan kerjasama dengan partai politik lain sangat baik. Bahkan jika harus berpisah jalan, itu tidak akan mengurangi nilai-nilai persahabatan di antara kita,” tambah Fathoni.
Fathoni juga menekankan pentingnya gotong royong untuk mempersiapkan Surabaya menghadapi pergeseran ibu kota negara ke Nusantara. Menurutnya, politik adalah tentang mengelola ketidakmungkinan menjadi mungkin dan menghormati satu sama lain.
“Kami ingin memperbaiki proses demokrasi dari hulu, memastikan bahwa anak bangsa terbaik bisa muncul tanpa beban mahar politik, dan memenangkan hati masyarakat. Golkar berkomitmen agar rakyat Jawa Timur semakin sejahtera,” tegasnya.
Menjelang Pilwali, Fathoni menyampaikan bahwa Surabaya sedang mengalami proses politik yang penuh energi. Ia berharap bahwa dengan perpindahan ibu kota ke Nusantara, Surabaya bisa berkembang lebih pesat dan menjadi kota kelas dunia.
“Kita harus mempersiapkan gerbang Ibu Kota Nusantara dengan baik agar pembangunan lebih merata dan tidak lagi Java-sentris, tetapi Indonesia-sentris,” tutup Fathoni.






