Blitar (beritajatim.com) – General Manager Arema Malang, Muhammad Yusrinal Fitriandi menyebut bahwa tim singo edan hanya akan menggunakan Stadion Soepriadi Blitar selama setengah musim.
Artinya Stadion Soepriadi Kota Blitar bakal menjadi kandang Arema Malang hanya untuk putaran pertama.
Sementara untuk putaran kedua, Arema Malang bakal balik ke Stadion Kanjuruhan. Hal itu dikarenakan, Stadion Kanjuruhan baru bisa digunakan sebagai kandang Arema Malang pada bulan Desember 2024 mendatang.
“Hanya separuh musim liga 1 saja kita akan meminjam Stadion Soperiadi pada putaran kedua kita pulang kembali ke Stadion Kanjuruhan Malang dengan sekitar 6 hingga 7 laga home (kandang),” kata Muhammad Yusrinal Fitriandi, Jumat (31/05/24).
Saat ini pihak Arema Malang masih menunggu kejelasan izin dari Wali Kota Blitar soal diperbolehkan atau tidaknya Stadion Soepriadi digunakan sebagai kandang. Sembari menunggu izin tersebut, Manajemen Arema Malang pun telah berkoordinasi dengan Polres Blitar Kota soal pengamanan laga kandang tim singo edan di Bumi Bung Karno.
Manajemen Arema Malang sendiri memaparkan alasannya memilih Stadion Soepriadi sebagai kandang selama setengah musim. Alasan utamanya yakni kelengkapan fasilitas Stadion hingga penunjang.
Selain itu Stadion Soepriadi telah dinyatakan lolos Risk Assessment yang dilakukan oleh Mabes Polri. Beberapa penilaian risiko terhadap manajemen pengamanan penyelenggaraan kompetisi sepak bola ini meliputi kelayakan stadion, kelengkapan stadion, kesehatan, data kegiatan kompetisi dan suporter.
Hal itulah yang membuat tim singo edan memutuskan memilih berkandang di Blitar. “Fasilitas di Kota Blitar sangat lengkap mulai hotel penginapan tim tamu, bandara udara yang dekat dengan Kota Blitar serta lapangan penunjang untuk berlatih sebelum bertanding di Stadion. Ini juga alasan kami memilih Stadion Supriyadi,” imbuhnya
Adapun hasil Risk Assessment yang dilaksanakan tahun kemarin adalah Stadion Soepriadi mendapatkan nilai B (Baik) namun ada beberapa infrastruktur yang perlu dibenahi diantaranya akses pintu penonton tribun VIP masih menjadi satu dengan akses pemain dan official. Dan penerangan jalan di sekitar area stadion juga turut ada penambahan lampu. (owi/ted)






