Malang (beritajatim.com) – Nasib pelatih Eduardo Almeida bersama Arema FC berada di titik krusial. Dari tiga laga awal Liga 1, Singo Edan hanya sekali menang, sekali imbang dan sekali kalah.
Desakan untuk ganti pelatih pun menggema di Stadion Kanjuruhan, Malang saat Arema FC bermain imbang 0-0 lawan PSS Sleman Jumat, (5/8/2022) kemarin. Pun dengan media sosial tagar #AlmeidaOut sempat trending di Twitter.
“Terkait pelatih sudah bagus cuman hasilnya saja yang kurang memuaskan. Kalau performa tim dan pemain sudah maksimal tidak ada yang loyo. Tidak ada yang istirahat santai-santai,” kata manajer Arema FC, Ali Rifki, Selasa (9/8/2022).
Ali Rifki mengatakan, manajemen akan segera menentukan sikap terkait posisi Eduardo Almeida. Setidaknya manajemen berusaha rasional dengan menggelar evaluasi pada tim sembari melihat hasil di tiga laga ke depan.
“Ya kita lihat dua hingga tiga pertandingan ke depan seperti apa. Artinya kita kemarin kan juara Piala Presiden. Mau dipungkiri atau tidak kan supporter juga senang mendapatkan gelar Piala Presiden. Apalagi Liga 1 baru berjalan tiga pertandingan,” ujar Ali Rifki.
[berita-terkait number=”3″ tag=”arema-fc”]
Alasan lain yang membuat manajemen Arema FC berhati-hati karena melakukan perombakan tim di tengah kompetisi yang sudah bergulir bukanlah perkara mudah. Untuk itu manajemen harus mempertimbangkan segala aspek sebelum memutuskan masa depan Almeida.
“Saling sinergi antara klub dan supporter itu kan saling mendoakan. Kami butuh dukungan dari supporter, kami juga selalu menuruti Aremania. Jika misalkan ganti pelatih kami harus evaluasi kan. Persoalannya banyak jika harus ganti pelatih. Tim juga persoalannya juga banyak. Kita lihat dulu lah,” tandasnya. [Luc/beq]






