Malang (beritajatim.com) – Arema FC menyatakan kekecewaan mendalam atas insiden pelemparan yang menimpa bus tim Persik Kediri usai pertandingan Liga 1 2024/2025 di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/5/2025).
Insiden tersebut terjadi saat rombongan Persik Kediri baru keluar dari halaman stadion dan berada di ring 4 pengamanan. Kejadian ini mendapat perhatian serius dari manajemen Arema FC yang menyayangkan lemahnya pengamanan dalam laga bertensi tinggi tersebut.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa insiden ini membuat klub mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan pertandingan di Kanjuruhan, termasuk kemungkinan tidak lagi menggunakan stadion tersebut sebagai kandang sementara.
“Kita kecewa dengan beberapa stakeholders pertandingan kemarin,” ujar Yusrinal melalui pernyataan resmi klub, Senin (12/5/2025).
Yusrinal menambahkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan masa depan Arema FC di sisa kompetisi Liga 1 musim ini. Potensi untuk kembali terusir dari kandang sendiri menjadi kekhawatiran nyata, terutama setelah berbagai upaya dilakukan untuk membawa tim kembali tampil di hadapan Aremania.
“Tiga tahun kami berusaha mempertahankan eksistensi klub. Bersungguh-sungguh untuk kembali ke rumah sendiri,” ungkapnya.
Manajemen Arema FC juga menyoroti tekanan mental dan finansial yang dirasakan klub sejak Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022. Meski berbagai pihak terus mencaci, manajemen mengaku tetap berupaya bertahan dalam keterbatasan.
“Karena tidak ada pemasukan lantaran harus terusir, rasanya hanya cukup sisa tenaga, semangat dan niat tulus mempertahankan klub ini. Kami terasa sudah berdarah darah, sekuat daya dan upaya kami lakukan, namun hasilnya seakan-akan kita tidak dihormati di sini,” ujar Yusrinal dengan nada penuh keprihatinan.
Pernyataan tegas dari Arema FC ini menambah sorotan terhadap tata kelola pertandingan sepak bola nasional, khususnya dalam hal pengamanan dan tanggung jawab penyelenggaraan. Situasi ini juga membuka kembali luka lama yang belum sepenuhnya sembuh sejak tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan dua tahun silam.
Manajemen klub kini tengah menunggu keputusan lebih lanjut sembari terus berkoordinasi dengan pihak terkait demi menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh elemen dalam pertandingan berikutnya. [luc/suf]






