Surabaya (beritajatim.com) – Psoriasis merupakan penyakit autoimun dengan peradangan kronik. Penyakit ini biasanya ditandai dengan adanya pertumbuhan pada sel-sel epidermis atau sel pada lapisan kulit terluar. Adapun gejala yang kerap dialami penderita psoriasis ialah bercak merah pada kulit, bersisik, dan juga rasa gatal.
Sebelumnya, ada sekitar 60 juta masyarakat di dunia yang alami psoriasis. Umumnya, penderita autoimun jenis ini kerap dialami oleh mereka yang bertempat tinggal jauh dari garis khatulistiwa.
Psoriasis dapat dialami oleh hampir semua usia. Namun menurut data, ada dua puncak usia yang kerap alami penyakit ini, di antaranya usia 20-30 tahun dan 50-60 tahun. Kondisi ini juga bisa terjadi pada pria maupun wanita. Bahkan, tidak ada perbedaan risiko di antara jenis kelamin. Hanya saja, kasus yang terjadi pada usia anak memang cukup minim terjadi.
Risiko seorang anak terkena psoriasis tertinggi berkisar 40 persen. Itu pun jika kedua orang tuanya alami psoriasis. Adapun faktor risiko yang dapat membuat penyakit autoimun ini menjadi lebih parah, yakni obesitas atau berat badan berlebih, merokok, infeksi, konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu. Selain itu, stres juga bisa mempengaruhi autoimun seseorang.
Psoriasis sendiri sebenarnya ada dua tipe, tetapi yang paling sering ditemui ialah psoriasis vulgaris. Penyakit ini ditandai dengan adanya bercak merah bersisik tebal berwarna putih keperakan. Hampir semua bagian kulit bisa terkena penyakit ini. Namun, bagian yang paling sering alami psoriasis ialah kulit kepala, siku, lutut, punggung, pantat, dan area genital.
Psoriasis nyatanya juga dapat menyerang kuku. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan warna, kuku menjadi rusak dan rapuh. Karena Psoriasis merupakan peradangan sistemik dan terkait dengan berbagai organ. Tak ayal jika penyakit ini berkaitan dengan berbagai komorbiditas, misalnya radang sendi, penyakit kardiovaskuler, dan radang mata.
[berita-terkait number=”5″ tag=”penyakit”]
Bahkan, psoriasis tak hanya berdampak pada fisik seseorang, melainkan juga pada psikis, misal depresi dan rasa cemas berlebih. Sehingga hal ini dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.
Pengobatan untuk penderita psoriasis diberikan menyesuaikan jenis, lokasi, dan juga luas area tubuh yang terkena. Selain itu juga tingkat keparahannya. Pula ada atau tidaknya komorbiditas juga mempengaruhi pengobatan penyakit autoimun ini.
Biasanya dilakukan terapis untuk mengurangi tingkat keparahan, mencegah kekambuhan sekaligus komplikasi. Hal ini dilakukan dengan mengombinasikan antara obat oles, terapi sinar, dan obat sistemik. (Fyi/ian)






