Pamekasan (beritajatim.com) – Sosok Achmad Valen Akbar menjadi perhatian publik seiring dengan performa dan prestasinya pada ajang D’Academy 7 2025. Bahkan kedatanganya ke tanah kelahiran disambut antusias warga yang tumpah ruah memadati kawasan Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Kamis (1/1/2026).
Remaja yang familiar disapa Valen Pamekasan, merupakan runner up ajang pencarian bakat D’Academy 7. Dia sebelumnya disambut Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Penyambutan tersebut diiringi dengan musik tradisional Madura, Ul-Daul.
Ketika di Pamekasan, Valen Akbar kembali disambut antusias warga yang dipelopori H Khairul Umam alias Haji Her dalam ‘Penyambutan Valen Pamekasan bersama H Khairul Umam di SGMRP Pamekasan. Bahkan antusiasme warga menyambut kedatangan sosok Valen sudah berlangsung sejak pagi. Padahal sore hari Valen baru tiba di Pamekasan.
Dalam penyambutan tersebut juga tampak Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman dan Sukriyanto yang tampil di panggung yang dipersiapkan secara khusus bagi Valen Akbar, sekaligus menjadi arena ungkapan terima kasih dari sosok Valen bagi seluruh elemen masyarakat.
Antusiasme Warga Sambut Kedatangan Valen Akbar
Ribuan warga tampak antusias menyambut kedatangan Achmad Valen Akbar yang ditunggu sejak pagi. Sorak sorai, lambaian tangan hingga dokumentasi dari warga yang mengabadikan momen tersebut dengan menggunakan ponsel mereka.
“Kehadiran Valen merupakan momen yang sudah lama ditunggu, kami senang dan bangga bisa menyambutnya secara langsung, terlebih antusiasme warga sangat luar biasa,” kata salah satu warga yang sangat antusias menyambut Valen Pamekasan.
Sementara panitia pelaksana bersama aparat keamanan beserta sejumlah personil lintas instansi harus bekerja ekstra keras untuk memastikan penyambutan tersebut berjalan tertib dan lancar. Arus lalu lintas di sepanjang jalur dari menuju titik penyambutan sangat padat, sekalipun sempat macet pada akhirnya dapat diurai dan dikendalikan.
Memang dibalik penyambutan tersebut, terdapat sejumlah warga yang pingsan seiring dengan sesaknya massa yang memadati arena penyambutan. Tim medis dari berbagai instansi bekerja ekstra keras untuk memberikan pertolongan pertama, termasuk Tim Damkar yang juga ikut andil menyejukkan suasana dengan semprotan water cenon.
Pro Kontra Penyambutan Valen D’Academy 7
Memang sejak awal rencana penyambutan runner up D’Academy 7 di Pamekasan, sempat memunculkan beragam tanggapan di tengah masyarakat. Dukungan dan penolakan muncul dari sejumlah kalangan, mulai dari penggemar, tokoh masyarakat, hingga ulama setempat.
Kelompok yang mendukung menilai penyambutan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap putra daerah yang berprestasi di tingkat nasional. Mereka beranggapan kehadiran Valen Akbar dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Pamekasan untuk berani berkarya dan mengembangkan potensi di bidang seni dan budaya. Selain itu, kegiatan penyambutan dinilai dapat menggerakkan partisipasi anak muda dalam kegiatan positif dan terarah.
Sisi lain penolakan oleh sebagian tokoh masyarakat dan ulama. Mereka mengkhawatirkan potensi euforia berlebihan yang dapat mengganggu ketertiban umum serta tidak sejalan dengan nilai-nilai kesederhanaan dan budaya lokal. Beberapa pihak juga menekankan pentingnya pengaturan kegiatan agar tidak menimbulkan kemacetan, kerumunan berlebihan, atau dampak sosial yang tidak diinginkan.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan menyikapi dinamika tersebut dengan mendorong dialog dan koordinasi antara semua pihak. Pemerintah menegaskan bahwa setiap kegiatan publik perlu memperhatikan aspek keamanan, ketertiban, serta norma sosial dan keagamaan yang berlaku di masyarakat.
Sejumlah pengamat menilai perbedaan pandangan tersebut merupakan bagian dari dinamika sosial yang wajar, mereka berharap polemik ini dapat disikapi secara dewasa melalui musyawarah, sehingga kegiatan yang melibatkan figur publik tetap membawa manfaat tanpa mengabaikan nilai-nilai lokal. [pin/but]






