Pamekasan (beritajatim.com) – Ada fenomena menarik yang selalu menjadi bahan perbincangan hangat disela perbincangan di berbagai ruang publik, ‘demam dangdut’ mulai kembali menyeruak seiring dengan kembali munculnya regenerasi talenta musik Madura di kancah nasional.
Terlepas dari beragam talenta maupun potensi yang dimiliki generasi muda di Pulau Garam Madura, musik dangdut kembali menyedot perhatian publik. Seiring dengan penampilan pada sosok Achmad Valen Akbar pada ajang Dangdut Academy 7.
Dulu publik sempat terpaku pada layar kaca saat Irwan Krisdiyanto atau yang akrab disapa Irwan Sumenep, menggetarkan panggung Dangdut Academy 2. Ia bukan sekadar penyanyi, tetapi sebagai representasi kebanggaan identitas Madura yang santun, pekerja keras, dan memiliki “cengkok” yang khas.
Penampilan Irwan di panggung nasional sekaligus membuka jalan bagi anak muda dari pelosok Sumenep, bisa menjadi bintang di ibu kota. Sekalipun jauh sebelum itu, juga terdapat beberapa sosok asal Madura yang menjadi legenda musik tanah air, seperti Imam S Arifin hingga Yus Yunus.
Belum lepas dari ingatan terhadap sosok Irwan Krisdiyanto, kini kembali lahir talenta muda asal Madura. Tepatnya pada sosok Achmad Valen Akbar yang menjadi fenomena menarik bagi kalangan penggemar musik dangdut nasional, tidak terkecuali di Madura, khususnya di Pamekasan.
Valen Akbar, ‘Pangeran’ Baru dari Pamekasan
Saat ini sejarah baru seolah terulang seiring dengan kehadiran sosok Achmad Valen Akbar di panggung Dangdut Academy 7, pemuda yang akrab disapa Valen Pamekasan seakan meneruskan tongkat estafet dari pendahulunya pada ajang serupa, Irwan Sumenep. Sehingga tidak salah jika muncul ungkapan ‘Habis Irwan Terbitlah Valen’, bukan sekadar irama musik yang enak didengar, melainkan sebuah fakta estafet prestasi.
Valen, yang tercatat sebagai salah satu siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pamekasan, mampu memikat para penggemar musik dangdut dengan membawa warna baru dengan teknik vokal dangdut klasik yang matang di usianya yang masih sangat belia. Jika Irwan sebagai pembuka jalan, maka Valen merupakan pembuktian bahwa kualitas musikalitas Madura tidak pernah kering.
Terlebih keberhasilan pemuda berusia 18 tahun menembus babak Grand Final Dangdut Academy 7 tersebut, sekaligus dapat menjadi kado indah bagi para pecinta musik dangdut, tidak terkecuali di Madura, khususnya di Pamekasan.
Fenomena menarik pada sosok bernama Valen bukan sekedar animo dari masyarakat secara umum, tetapi prestasi seorang Valen terhadap musik dangdut juga menyedot perhatian khusus dari kalangan pejabat hingga sejumlah pengusaha. Terlebih warung, kafe hingga beberapa lembaga negara juga tidak lepas dari perbincangan soal Valen.
Dukungan secara moril juga sempat diberikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, di mana dalam satu kesempatan, Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto bersama sejumlah pejabat publik lainnya juga menyempatkan diri memberikan dukungan secara langsung kepada Valen yang tampil pada ajang Dangdut Academy di Jakarta.
Bahkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa juga memberikan dukungan moril secara langsung kepada Valen yang akan tampil pada ajang Grand Final Dangdut Academy 7, di antaranya dukungan melalui salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya.
“Dari halaman Gedung Nagara Grahadi, saya ingin menyampaikan semangat kepada Valen yang nanti malam akan mengikuti Grand Final Dangdut Academy 7. Semangat ya Valen, kuat ya Valen. Insya’ Allah masyarakat Jawa Timur, di mana saja berada akan mendukung Valen, masyarakat Indonesia juga akan mendukung Valen> Bismillah, insya’ Allah Valen menang, menang, dan menang,” kata Khofifah. [pin/ted]






