Surabaya (beritajatim.com) — Antusiasme penggemar Westlife di Surabaya benar-benar membuncah. Minggu (8/2/2026), sejak awal open gate suasana di sekitar Graha Unesa Surabaya tampak semarak. Sejumlah penggemar setia Westlife—yang akrab disebut Watlifer—tampak antusias, mereka bahkan telah menyiapkan dresscode hingga atribut menarik untuk mengabadikan momen.
Seperti yang dilakukan oleh Komunitas Westlifer Surabaya, mereka tampak membentangkan spanduk dan bendera Irlandia —negara asal Shane Filan cs untuk berswafoto. Bahkan mereka juga kompak mengenakan dresscode bernuansa Nusantara, mulai dari kebaya hingga batik.
Pemandangan ini sontak menyedot perhatian. Di tengah antrean dan keramaian jelang konser, para Watlifers tampak percaya diri memadukan kecintaan pada idola dengan kebanggaan terhadap budaya Indonesia. Kebaya modern, batik dengan berbagai motif, hingga aksesori tradisional menjadi ciri khas yang mungkin membedakan konser Westlife di Surabaya dari kota-kota lainnya.
Salah satu Watlifer Surabaya, Martina Ekaristi, mengaku emosinya campur aduk antara bahagia dan terharu. Perempuan berkacamata ini mengatakan kecintaannya pada Westlife sudah tumbuh sejak ia masih duduk di bangku SMP.
“Jujur, saya ngefans Westlife sejak masih SMP, sekitar tahun 1998. Lagu-lagunya itu menemani masa remaja saya. Kalau teman-teman Watlifer yang lain sih beda-beda ceritanya, tergantung usia juga,” ujar Martina sambil tersenyum.
Menurutnya, persiapan menyambut konser Westlife di Surabaya tidak dilakukan secara dadakan. Komunitas Westlife Surabaya yang beranggotakan ratusan orang sudah merancang segalanya jauh-jauh hari. Mulai dari berburu tiket hingga menentukan konsep dresscode yang akan dikenakan saat hari konser tiba.
“Kita sudah kompak war tiket sejak awal penjualan dibuka. Terus kepikiran juga, gimana caranya biar konser ini berkesan, bukan cuma buat kita, tapi juga buat Westlife,” jelasnya.
Dari situlah muncul ide dresscode Nusantara. Martina menyebut, konsep ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus cara menunjukkan identitas budaya Indonesia kepada para personel Westlife.
“Untuk menunjukkan ke semuanya, terutama ke Westlife, bahwa ini loh dresscode Nusantara. Ada yang pakai batik, ada juga yang pakai kebaya. Kita pengin tampil maksimal,” tambahnya penuh semangat.
Tak hanya berhenti di venue konser, euforia Watlifers Surabaya bahkan sudah terasa sejak kedatangan Westlife di bandara. Martina bersama rekan-rekannya turut menyambut sang idola setibanya di Kota Pahlawan. Momen tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para penggemar.
“Senang banget karena Westlife memilih Surabaya sebagai destinasi pertama. Mereka juga kelihatan senang dengan sambutan kita. Mudah-mudahan ini bikin mereka pengin balik lagi ke Surabaya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Martina mengungkapkan bahwa Watlifers Surabaya juga menyiapkan fan project khusus yang akan dilakukan saat konser berlangsung. Ia berharap seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan memberikan kesan mendalam, baik bagi penonton maupun Westlife sendiri. Sebelum masuk ke dalam venue, mereka pun bersama-sama menyanyikan salah satu lagu andalan sang idola, yakni “My Love”. (fyi/but)






