Banyuwangi (beritajatim.com) – Ansor Night Fun Run 5K yang digelar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Banyuwangi berlangsung meriah pada Sabtu malam (30/5/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda Ansor ke-92 tersebut berhasil menarik 700 peserta dari berbagai daerah.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya berasal dari kalangan kader Ansor dan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), tetapi juga masyarakat umum yang antusias memadati rute lari sejauh lima kilometer di pusat Kota Banyuwangi.
Berbeda dengan event lari pada umumnya, Ansor Night Fun Run 5K menghadirkan konsep napak tilas sejarah perjuangan para pendiri GP Ansor. Para peserta diajak mengenal lebih dekat jejak sejarah organisasi melalui titik-titik yang dilalui selama perlombaan.
Rute dimulai dari Gesibu Blambangan dan melewati sejumlah lokasi bersejarah, di antaranya kawasan kelahiran Kyai Saleh Lateng di Kelurahan Lateng, Masjid Agung Baiturrahman, kawasan Perliman, hingga berakhir di Taman Blambangan.
Ketua Ansor RUN, Dani Ainur Rofiq, menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah mengenalkan kembali sosok Kyai Saleh Lateng sebagai salah satu tokoh penting pendiri GP Ansor.

Menurutnya, bersama KH Abdul Wahab Chasbullah, Kyai Saleh Lateng memiliki peran besar dalam proses berdirinya GP Ansor yang dideklarasikan di Banyuwangi pada 24 April 1934.
“Jadi napak tilas sejarah itu kami kemas secara kekinian melalui event lari ini sebagai upaya mengenalkan sejarah perjuangan pendiri GP Ansor kepada generasi muda,” ujar Dani.
Ia menambahkan, animo peserta terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Selain peserta dari Banyuwangi, banyak pelari yang datang dari luar daerah seperti Indramayu, Ponorogo, Pasuruan, Situbondo, dan sejumlah kota lainnya.
Ketua GP Ansor Banyuwangi, Arvy Rizaldy, mengapresiasi kreativitas kader Ansor Banyuwangi yang mampu mengemas edukasi sejarah dalam bentuk kegiatan olahraga yang lebih dekat dengan generasi muda.
Menurut Arvy, konsep tersebut dapat menjadi budaya baru yang positif karena memadukan unsur kesehatan, kebersamaan, dan nilai-nilai perjuangan organisasi.
“Ini menjadi inisiatif yang bagus dan bisa menjadi culture baru bagi generasi muda. Selain sehat lewat olahraga, juga ada nilai sejarah dan kebersamaan yang dibangun dalam event ini,” kata Arvy.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Kepala Dispora Banyuwangi, Dwi Handayani, menilai kegiatan tersebut sejalan dengan upaya penguatan karakter dan ketahanan pemuda.
“Dispora sangat mendukung agenda ini karena selaras dengan visi pembangunan ketahanan jasmaniah dan mentalitas pemuda,” ujar perempuan yang akrab disapa Yani tersebut.
Yani menambahkan, kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga refleksi spiritual untuk mengenang perjuangan para pendiri GP Ansor sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mandiri, sehat, dan produktif.
Selain lomba lari, rangkaian acara juga diramaikan dengan Pasar Sahabat yang melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM binaan Ansor Banyuwangi. Kehadiran pasar tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi kader dan masyarakat.
“Night Fun Run 5K bukan sekadar mengejar garis finish, tetapi menjadi simbol langkah konsisten pemuda untuk terus bergerak maju,” pungkas Yani. [alr/but]






