Surabaya (beritajatim.com) – Perubahan kondisi lingkungan di Indonesia yang terjadi secara signifikan telah mengakibatkan beragam fenomena seperti kerusakan hutan, krisis sampah hingga perubahan iklim.
Tentunya hal itu perlu mendapatkan perhatian lebih agar kelestarian alam Indonesia dapat terjaga, sekaligus menjadi bentuk dukungan Pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Menyadari itu, Prodi S1 Teknik Biomedis Universitas Airlangga (Unair) menggelar pengabdian masyarakat internasional bersama Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada 31 Juli – 2 Agustus 2024 di Kota Surabaya.
“Indonesia masih menghadapi banyak tantangan menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Untuk mengatasi itu, salah satunya dengan pengabdian masyarakat,” ujar Ketua Pengmas Dr Riries Rulaningtyas ST MT, Sabtu (3/8/2024).
Riries menjelaskan, pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, khususnya di area pesisir dalam mengatasi berbagai permasalahan lingkungan yang dihadapi.
Selama tiga hari, para mahasiswa dan dosen tersebut menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya program transfer pengetahuan dengan menghadirkan sejumlah akademisi, baik itu dari dalam maupun luar negeri.
Selanjutnya, melakukan kunjungan ke hutan mangrove di Gunung Anyar Surabaya untuk meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan serta sebagai pemberdayaan masyarakat sekitar dalam meningkatkan keahlian.
“Kegiatan ini harapannya dapat bermanfaat, antara lain sebagai bentuk pelaksanaan tri dharma bagi akademisi dan mewujudkan komitmen Unair dalam mendukung program pemerintah untuk mencapai SDGs,” kata Riries.

Sementata itu, Koordinator Pelaksana Inten Firdhausi Wardhani ST MSc menambahkan bahwa bagi mahasiswa, pengabdian masyarakat berskala internasional ini bisa menambah pengetahuan tentang pengelolaan lingkungan.
“Mereka dapat melihat langsung pengolahan sampah. Dari muncul diskusi. Selain ada experience, juga ada inspirasi baru untuk mengembangkan ide inovatif dalam rangka pengembangan teknologi untuk pengelolaan sampah dan lingkungan,” katanya.
Ia menyampaikan, dalam 10 tahun terkahir, kondisi lingkungan di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan dan tantangan yang signifikan. Ini bisa dilihat dari banyaknya kerusakan hutan, krisis sampah, pencemaran udara, hingga perubahan iklim.
“Beberapa hal tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih. Sehingga Indonesia dapat menjaga kelestarian alamnya dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Di sisi lain, lanjut dia, adanya kegiatan pengabdian masyarakat berskala internasional ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap visi-misi Unair menjadi World Class University. [ipl/kun]






