Madiun (beritajatim.com) – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan empat rumah warga di Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, mengalami kerusakan ringan pada Rabu (18/2/2026) sore. Fenomena cuaca ekstrem tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan menyasar area pemukiman warga secara mendadak.
Empat unit bangunan yang terdampak merupakan milik warga setempat yang masing-masing bernama Yatmi, Samini, Sono, dan Suyadi. Kerusakan dominan menimpa bagian atap dan beberapa bagian bangunan lainnya akibat tidak kuat menahan kencangnya terpaan angin saat hujan melanda.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, Boby Saktia Putra Lubis, segera menerjunkan personel untuk melakukan proses asesmen di lokasi kejadian. Tim reaksi cepat langsung melakukan pendataan serta koordinasi intensif dengan perangkat desa serta unsur terkait lainnya guna memastikan skala dampak bencana.
Boby memastikan bahwa seluruh penghuni rumah yang terdampak dalam kondisi selamat dan tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam musibah tersebut.
“Tim BPBD sudah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan koordinasi dengan perangkat desa serta unsur terkait. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya, Rabu sore.

Memasuki hari Kamis (19/2/2026), BPBD Kabupaten Madiun melanjutkan penanganan dengan menggelar aksi kerja bakti massal di lokasi terdampak. Kegiatan pembersihan material sisa kerusakan ini melibatkan unsur gabungan mulai dari personel TNI, Polri, hingga masyarakat sekitar.
Petugas bahu-membahu menyingkirkan puing-puing bangunan agar lingkungan pemukiman warga kembali rapi serta aman untuk ditinggali kembali. “Pagi ini kami bersama unsur gabungan melaksanakan kerja bakti pembersihan agar lingkungan kembali rapi dan aman. Kami juga terus memantau perkembangan cuaca untuk mengantisipasi potensi kejadian susulan,” tambah Boby.
Hingga laporan terakhir, situasi di lokasi bencana dilaporkan sudah mulai kondusif dan warga setempat telah kembali beraktivitas secara normal. Masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri mengingat potensi cuaca ekstrem dan angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Madiun. [rbr/beq]






