Pamekasan (beritajatim.com) – Peristiwa angin kencang merusak puluhan rumah warga, beberapa unit lembaga pendidikan hingga sarana ibadah yang tersebar di 21 desa di 7 kecamatan berbeda di Pamekasan, Minggu (1/2/2026).
“Berdasar hasil pendataan sementara per pukul 15:40 WIB, musibah ini terjadi di 21 desa yang tersebar di 7 kecamatan berbeda di Pamekasan,” kata Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Senin (22/2/2026).
Selain merusak puluhan unit bangunan milik warga, beberapa fasilitas umum juga dilaporkan terdampak, seperti lembaga pendidikan hingga pohon tumbang yang mengakibatkan jaringan listrik terputus dan mengganggu arus lalu lintas. “Total warga terdampak sebanyak 46 KK dan 177 jiwa, tersebar di 21 desa berbeda,” ungkapnya.
“Hingga saat ini kami terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi-lokasi terdampak, termasuk pembersihan pohon tumbang yang mengganggu akses jalan raya maupun pemukiman warga,” sambung Akhmad Dhofir Rosidi.
Berdasar data BPBD Pamekasan, dari total 21 desa di 7 kecamatan yang mengalami terjangan angin kencang di antaranya kecamatan Pamekasan (Kota), terjadi Kelurahan Bugih dan Kowel. Kecamatan Pademawu terjadi di Desa Sumedangan, Jarin, Sentol, dan Lemper, Kecamatan Proppo terjadi di Desa Samiran.
Kecamatan Larangan terjadi di Desa Blumbungan, Duko Timur, dan Tentenan Timur. kecamatan Galis terjadi di Desa Pandan dan Konang, “Peristiwa angin kencang ini merupakan kali kedua yang terjadi pada musim penghujan tahun ini,” ungkapnya.
“Oleh karena itu kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai potensi bencana cuaca ekstrem, khususnya angin kencang dan hujan lebat yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari kedepan,” pungkasnya. [pin/but]






