Kediri (beritajatim.com) – Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto memberi ultimatum keras terhadap para pelaku penimbun bahan pangan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1445 ini. Terutama komoditas beras yang mengalami gejolak harga.
Pernyataan tegas itu disampaikan oleh Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto saat patroli ke toko dan pasar tradisional di wilayah hukumnya. Selain melakukan kontrol terhadap stok bahan pangan, pihaknya juga mengawasi perilaku nakal pedagang.
“Tentunya kita akan meningkatkan patroli untuk mengecek di pertokoan, pasar tradisional dan moderen hingga gudang yang ada di wilayah hukum Polres Kediri,”ucap AKBP Bimo.
Apabila ditemukan adanya oknum yang melakukan penimbunan pihaknya menyatakan akan menindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku.
“Jika ada spekulan nakal, oknum yang sengaja menimbun memanfaatkan situasi yang pasti kami lakukan tindak tegas,”tegasnya.
Kapolres Kediri lebih lanjut mengungkapkan, pelaksanaan pengecekan ini akan dilakukan secara rutin supaya tidak ada oknum yang menimbun beras sehingga terjadi kelangkaan.
“Kami akan menerjunkan Satreskrim Polres Kediri untuk turun langsung melakukan pemantauan dan pengecekan kepada para pedagang bahan pokok,”imbuhnya.
AKBP Bimo menuturkan untuk saat ini stok dan harga beras di wilayah hukum Polres Polres Kediri terbilang masih stabil dan stok masih cukup banyak hingga lebaran Idul Adha.
“Tentunya kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk ketersediaan stok beras pasti aman. Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Kediri agar tidak panik untuk stok beras,”tutur AKBP Bimo. [nm/aje].






