Pacitan (beritajatim.com) – Anak-anak TK Sari Mulya tampak bersemangat mengunjungi Taman Edukasi Mangrove di Pantai Teban, Pacitan, Rabu (6/5/2026). Jarak sekolah ke taman tidak terlalu jauh, dengan jalan yang rindang berhiaskan pepohonan besar, membuat perjalanan mereka menyenangkan dan tak melelahkan.
Di gazebo taman, anak-anak menyimak penjelasan dari Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa tentang mangrove. Wajah mereka tampak penasaran saat mendengar informasi tentang tanaman pesisir ini. Meski sering terlihat dekat pantai, mereka belajar bahwa mangrove membutuhkan upaya dan perlindungan jangka panjang untuk tetap bertahan.
Setelah itu, anak-anak diajak menyusuri track mangrove—jalur setapak dari bambu dan kayu yang membawa mereka masuk ke hutan mangrove yang hijau dan rimbun. Dari sini, mereka bisa melihat ombak memecah di akar-akar mangrove yang kokoh. Semangat belajar mereka tetap tinggi meski matahari mulai terik.
“Ini pelajaran yang sangat berarti sekali untuk anak-anak. Mereka dikenalkan mangrove dan banyak manfaatnya untuk kehidupan manusia. Berharap kedepannya anak-anak semakin dewasa mereka tahu semakin bertanggung jawab dan peduli serta mencintai lingkungan,” ujar Sri Wahyuni, guru pendamping.
Sri Wahyuni menambahkan bahwa pengalaman ini sulit diperoleh di kelas, sehingga kunjungan ke Taman Edukasi Mangrove menjadi momen yang berharga.
Taman Edukasi Mangrove di Dusun Tawang Wetan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, baru diresmikan oleh DMC Dompet Dhuafa pada Rabu (29/4/2026). Taman ini merupakan bagian dari program Kawasan Tanggap dan Tangguh Bencana (KTTB) untuk Desa Sidomulyo.
Abdul Azis, Staf Mitigasi dan Diklat Bencana DMC Dompet Dhuafa, menjelaskan bahwa program KTTB memiliki 12 indikator Tsunami Ready, salah satunya mitigasi bencana.
“Karena wilayah Sidomulyo berpotensi atau punya ancaman bencana gempa dan tsunami maka pembuatan taman edukasi mangrove ini adalah salah satu mitigasi kita dalam mengurangi risiko dari bencana tsunami itu. Mangrove bisa jadi benteng alami untuk meredam gelombang besar. Mudah-mudahan ini juga bernilai ekonomis dan juga menjadi sarana edukasi untuk masyarakat,” ujarnya.
Taman ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidomulyo dan bisa dimanfaatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sidomulyo sebagai sarana edukasi dan pelaksanaan kegiatan mitigasi bencana.
Prayitno, Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Kabupaten Pacitan, mengapresiasi inisiatif DMC Dompet Dhuafa. “Terima kasih kepada DMC Dompet Dhuafa atas bantuan Taman Edukasi Mangrove ini. Ini tidak hanya menjadi upaya mencegah terjadinya abrasi air laut, tetapi juga bisa menjadi destinasi wisata baru di Pacitan,” ujarnya.
Keberadaan taman ini juga menumbuhkan UMKM lokal dan menarik wisatawan dari berbagai daerah, mendukung perekonomian Desa Sidomulyo. Prayitno berharap DMC Dompet Dhuafa terus memberikan pendampingan bagi masyarakat pesisir.
Dengan penanaman mangrove yang intensif, DMC Dompet Dhuafa berharap abrasi di pantai selatan Pacitan dapat dikurangi, ekosistem pesisir pulih, dan biota laut kembali menemukan habitatnya.
Dari sisi ekonomi, keberadaan taman ini memperkuat ketahanan ekonomi warga, menjaga akses pangan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir. [suf]






