Kediri (beritajatim.com) – Mochammad Amy Pratama, seorang penyandang tunarungu berusia 34 tahun, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan merupakan penghalang untuk produktif dengan merintis usaha kopi bernama “Kopi Teman Tuli” di area Car Free Day (CFD) Jalan Dhoho, Kota Kediri. Kehadiran unit usaha mikro ini menjadi sorotan pengunjung karena mengusung pesan kemandirian ekonomi bagi kelompok disabilitas di ruang publik.
Pria yang berdomisili di Perumnas Ngronggo, Kota Kediri ini mulai memanfaatkan momentum CFD Jalan Dhoho sejak dua pekan terakhir untuk memasarkan produknya. Berbekal sepeda motor dan box pendingin, Amy menawarkan berbagai varian minuman berkualitas dengan bahan dasar kopi Arabika 100 persen yang ia racik sendiri.
“Ini usaha sampingan. Kebetulan saya punya keahlian di bidang barista,” ujar Amy saat ditemui di sela aktivitas CFD pada Minggu (8/2/2026).
Dalam setiap gelaran CFD, Amy membawa sekitar 12 botol minuman dengan beragam varian untuk menjaga kualitas dan kesegaran produknya. Untuk menu kopi, ia menyediakan pilihan caramel latte, gula aren, vanilla latte, butterscotch latte, serta americano aren. Sementara bagi pengunjung yang tidak mengonsumsi kafein, tersedia varian non-kopi seperti minuman milo dan matcha.
Harga yang ditawarkan oleh Kopi Teman Tuli relatif sangat terjangkau bagi semua lapisan masyarakat, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp14 ribu per botol, menyesuaikan dengan varian minuman yang dipilih.
Sehari-hari, Amy mengemban tanggung jawab sebagai operator di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kediri. Usaha Kopi Teman Tuli tersebut ia jalankan sepenuhnya di luar jam kerja sebagai bentuk pengembangan diri sekaligus pemanfaatan keahlian profesional di bidang barista yang telah ia kuasai sebelumnya.
Sebagai anggota aktif Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Kediri, Amy membawa misi sosial melalui setiap botol kopi yang dijualnya. Ia berharap langkahnya dapat menunjukkan kepada khalayak luas bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berdaya, dan berpartisipasi aktif dalam aktivitas ekonomi perkotaan.
Keberadaan Kopi Teman Tuli di koridor Jalan Dhoho menambah warna keberagaman pelaku usaha mikro yang hadir mengisi akhir pekan warga Kediri. Hal ini menegaskan fungsi CFD tidak hanya sebagai ruang rekreasi dan olahraga, tetapi juga menjadi etalase kreativitas serta inklusivitas aktivitas ekonomi bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. [nm/but]






