Gresik (beritajatim.com) – Jembatan Kacangan di Desa Kacangan, Kecamatan Benjeng, Gresik, yang ambruk 2021 mulai tahap pengerjaan. Saat ini jembatan tersebut sedang dilakukan pembongkaran fisik dan kontruksi yang ditarget selesai akhir 2022.
Jembatan sepanjang 100 meter itu mengalami patah di bagian tengah. Hasil investigasi oleh tim Pemkab Gresik, penyangganya longsor akibat abrasi air sungai. “Progres pembangunan belum sampai lima persen, masih dilakukan pembongkaran dan menyiapkan rancangan untuk pondasi,” ujar Firman Pelaksana Lapangan PT Bangun Mulya Tan Abadi selaku pemenang tender, Kamis (28/7/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”jembatan-ambruk”]
Penanganan jembatan itu memang perlu dibongkar. Kendati sempat memunculkan sejumlah opsi saat dilakukan perbaikan. Ini karena desain jembatan lama dan baru berbeda. “Jembatan yang lama ada tiang tengahnya. Sementara yang baru tidak menggunakan tiang tiang seperti yang lama,” imbuh Firman.
Anggaran penanganan jembatan tersebut digelontor dana APBD 2022 sebesar Rp 13 miliar lebih ditargetkan akan rampung pada tanggal 24 Desember 2022. “Kendalanya kalau di hulu sana hujan, sudah pasti proyeknya akan dihentikan sementara karena airnya tinggi,” ungkap Firman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Achmad Hari menyampaikan, jembatan tersebut memang ada perubahan desain. Hal itu karena menyesuaikan berdasarkan kajian yang ada. Pada segmen tengah yang menjadi konstruksi utama dengan panjang 60 meter dibangun dengan rangka baja.
Sedangkan lebar jembatan menjadi 7 meter. “Rangka desainnya beda, termasuk ada penambahan penguatan pada komponen panjang jembatan,” pungkasnya. [dny/suf]






