Surabaya (beritajatim.com) – Tiga alumni Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (Ubaya) mengkreasikan pelepah pisang dan daun sirih menjadi popok bayi. Inovasi ini mereka beri nama Nawasena.
Inovasi yang dibuat oleh Evelyn Darsono, Nathasia Jasmine Benhady, dan Jeselyn Angelia Soeryawinata ini mudah terurai lingkungan serta mengandung bahan antibakteri yang dapat mencegah ruam pada kulit bayi.
Popok Nawasena hadir sebagai solusi dari masalah lingkungan akibat penggunaan Super Absorbent Polymer (SAP) pada popok yang sulit terurai. Inovasi ini menggunakan bahan penyerap bioabsorbent dari pelepah pisang, yang lebih ramah lingkungan dan mudah terurai.
“Kami memilih pelepah pisang karena sifatnya yang alami. Kami juga menambahkan ekstrak daun sirih untuk menghambat pertumbuhan bakteri,” kata Evelyn, Kamis (19/9/2024).
Proses pembuatan dimulai dengan pembersihan dan pengeringan pelepah pisang. Setelah kering, pelepah tersebut mengalami proses delignifikasi untuk menghilangkan lignin dan memperoleh struktur selulosa, lalu dicetak menjadi lembaran penyerap.
Sementara itu, daun sirih diblender dan diekstraksi untuk menghasilkan bahan penghambat bakteri. Evelyn menyebut, pembuatan popok Nawasena memerlukan waktu sekitar dua hari, tidak termasuk pengujian produk.
Meksipun masih dalam tahap prototipe, popok ini telah menjalani uji laboratorium dengan hasil yang menjanjikan. Secara visual, prototipe Nawasena tidak menunjukkan cacat, dan memiliki pH 6,87, yang mendekati rentang pH kulit bayi (6,34-7,5).

Kapasitas penyerapan popok ini mencapai delapan kali berat awal, jauh melebihi standar SNI yang hanya tiga kali. Dalam hal kebocoran, Nawasena mampu menahan kebocoran dengan performa setara produk yang ada di pasaran.
Pengujian tambahan menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih efektif menghambat pertumbuhan bakteri. Karena masih prototipe, Jeselyn juga menegaskan perlunya pengembangan lebih lanjut agar dapat dipasarkan. [ipl/suf]






