Surabaya (beritajatim.com) – Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Radyan Artantyo membuat Truu Mobility, startup kendaraan mikro elektrik berupa skuter dan velomobile.
Inovasi itu berawal dari melihat banyaknya kendaraan bermotor yang hanya dipakai untuk perjalanan jarak dekat. Salah satunya untuk pergi ke minimarket yang jaraknya tidak sampai 500 meter. “Dari situ, kita coba bikin kendaraan-kendaraan yang diatur untuk perjalanan jarak dekat,” ujar Radyan, ditulis Senin (23/10/202).
Alumni Desain Produk Industri ITS itu menambahkan, bahwa dari situlah ia bersama dua rekannya menginisiasi skuter bernama Truu Mark I. Dilengkapi dengan locking sytem, pengendara bisa memitigasi saat skuter hilang.

Radyan mengatakan, skuter ini memakai baterai dan mampu bertahan selama 35 kilometer dalam sekali pengisian baterai. Baterai skuter juga bisa diganti jika dalam perjalanan baterainya habis. “Sejak diluncurkan pada Desember 2022, Truu Mark I telah terjual sebanyak tiga unit. Untuk saat ini, pemesanan skuter dapat menghubungi akun Instagram @iou.id untuk melakukan pre-order,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa dalam proses pembuatannya, skuter Truu Mark I mendapatkan pendanaan sebesar Rp 40 juta lewat Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif (ILBI) ITS dari PLN Indonesia.
Selain skuter, Radyan saat ini juga tengah mengembangkan velomobile bernama Velo. Velo ini, kata dia, sengaja dibuat untuk UMKM yang membutuhkan kendaraan untuk mobilisasi jarak dekat.
Tak hanya itu, mobil listrik ini juga dapat digunakan untuk para kurir mengantarkan paket dari rumah ke rumah lainnya. “Produk ini juga akan kami tawarkan kepada instansi pemerintah dan perusahaan swasta,” jelasnya.
Mobil berjarak tempuh 55 kilometer ini memiliki keunggulan dalam segi perawatan. Karena tidak adanya mesin dalam mobil ini, frekuensi perawatannya dapat lebih jarang untuk dilakukan.
Mobil ini ditargetkan selesai akhir tahun ini sehingga bisa segera diluncurkan pada Maret 2024. “Saat ini, kita juga sedang berusaha untuk menghubungi pihak-pihak yang berpotensi menggunakan kendaraan tersebut di Ibu Kota Negara (IKN),” ungkapnya. [ipl/kun]
BACA JUGA: Ratusan Profesor Kumpul di ITS Surabaya, Bahas Teknologi Kekinian






