Surabaya (beritajatim.com) – Aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil di Surabaya akan menggelar aksi demonstrasi menolak Undang – Undang (UU) TNI di depan Gedung Negara Grahadi pada Senin, 24 Maret 2025 siang.
Ketua BEM Seluruh Indonesia (SI) Jawa Timur, Aulia Thaariq Akbar, mengatakan aksi demo besok akan digelar pada pukul 14.00 WIB. Dengan turut menyuarakan sejumlah tuntutan.
“Kami akan melebur bersama elemen-elemen sipil lainnya, yang kemarin sudah aksi juga,” kata Thariq, Minggu (23/3/2025).
Thariq menyatakan bahwa BEM SI Jatim dengan tegas menolak UU TNI yang baru karena dinilai membuka pintu bagi militer untuk kembali ke ranah sipil, mengancam demokrasi yang telah diperjuangkan, dan berpotensi membawa Indonesia kembali ke masa orde baru.
“Kawan-kawan yang belum mudik atau yang masih di Surabaya, besok kita masifkan sampai UU TNI dicabut. Siapapun boleh ikut, siapapun diundang,” tegas Thariq.
Ada 8 poin tuntutan aksi yang akan dibawakan oleh mahasiswa bersama masyarakat sipil di Surabaya dalam aksi ‘Tolak UU TNI’ Senin (24/3) besok, diantaranya adalah:
1. Tolak Revisi UU TNI
2. Menolak perluasan TNI di ranah sipil
3. Menolak perluadan TNI di ranah siber
4. Bubarkan komando teritorial
5. Tarik seluruh militer dari tanah Papua
6. Kembalikan TNI ke barak
7. Revisi peradilan militer
8. Cabut TNI aktif dari jabatan sipil
Diketahui, rencana demo tolak UU TNI besok merupakan kelanjutan dari aksi serupa yang telah digelar mahasiswa dan masyarakat sipil pada Kamis (20/3/2025) kemarin.
Dari pantauan beritajatim pada Kamis (20/3) di depan Gedung Negara Grahadi, mereka masa aksi, ptampak membawa sejumlah poster yang bertuliskan tuntutan; “Tolak RUU TNI”, “#Kembalikan TNI ke Barak”, ada pula yang membawa spanduk bertuliskan “RUU TNI Ndasmu”. (ted)






