Jombang (beritajatatim.com) – Mantan Bupati Jombang, Ali Fikri, berpulang pada Kamis malam, 10 Juli 2025 di Jakarta. Sosok yang pernah menjabat sebagai Bupati Jombang dalam masa jabatan tersingkat, hanya 103 hari, ini meninggal dunia di usia 64 tahun.
Ali Fikri menjabat sebagai Bupati Jombang sejak 12 Juni hingga 23 September 2008. Ia dilantik oleh Gubernur Jawa Timur saat itu, Imam Utomo, menggantikan Bupati Suyanto yang mencalonkan diri kembali pada Pilkada 2008.
Sesuai peraturan, Suyanto harus melepaskan sementara jabatannya sebagai bupati, dan otomatis digantikan oleh wakilnya, Ali Fikri. Namun dalam pencalonan kembali, Suyanto tidak lagi menggandeng Ali Fikri sebagai wakil.
Riwayat panjang Ali Fikri dalam birokrasi dan politik Kabupaten Jombang tidak banyak dikenal publik luar. Namun menurut buku yang ditulis Fahrudin Nasrulloh dkk dan diterbitkan oleh Bappeda Jombang, perjalanan hidup Ali Fikri penuh dedikasi dan perjuangan.
Ia memulai karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Agama (Depag) pada tahun 1990. Masa tugasnya diawali di Depag Bojonegoro hingga tahun 1996. Jarak jauh antara Bojonegoro dan tempat tinggalnya membuat hampir seluruh gajinya habis untuk ongkos perjalanan. Meski begitu, alumnus IAIN Syarif Hidayatullah Ciputat Jakarta ini tetap menjalani tugasnya dengan penuh keikhlasan.
Pada tahun 1996, Ali Fikri dipindah ke Depag Jombang. Namun, kariernya sebagai birokrat berhenti pada 1999 saat ia terpilih menjadi anggota DPRD Jombang dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menjalani masa bakti legislatif hingga tahun 2003.
Karier politiknya terus menanjak. Pada 24 September 2003, Ali Fikri dilantik sebagai Wakil Bupati Jombang mendampingi Bupati Suyanto untuk masa jabatan 2003–2008. Meski menjabat hanya sebentar sebagai bupati, warisannya sebagai pemimpin yang tenang, sederhana, dan berdedikasi tetap dikenang.
Ali Fikri adalah anak kedelapan dari sepuluh bersaudara. Ia merupakan adik kandung dari aktivis perempuan nasional dan pendiri Urban Poor Consortium (UPC), Wardah Hafidz. Latar belakang keluarga aktivis dan pelayan masyarakat memperkuat reputasinya sebagai figur yang peduli pada rakyat kecil dan kehidupan sosial.
Almarhum meninggalkan seorang istri tercinta, Euis Murniati, dan empat buah hati: Raissya Aulia Rahmawati (lahir 1990), Amalia Fitriani (lahir 1992), Ivan Taufiqurrahman (lahir 1994), dan si bungsu Sa’dullah Iskandar Hafidz (lahir 1999).
Kepergian Ali Fikri menyisakan duka mendalam, terutama bagi keluarga dan masyarakat Jombang yang pernah merasakan kontribusinya. Jenazahnya kini dalam perjalanan ke Jombang dan direncanakan akan dimakamkan di kompleks pemakaman Mbah Sayyid Sulaiman, Betek, Mojoagung, setelah salat Jumat, 11 Juli 2025. [suf]






