Surabaya (beritajatim.com) – Aktivis ’98 asal Surabaya, Kusnan memenuhi janjinya mengirimkan buku sejarah ke aktivis medsos Ade Armando. Ade sebelumnya mengatakan penolakan kehadiran Timnas Israel didasari klenik wangsit dari Bung Karno.
Kusnan pun mengirimkan buku berjudul ‘Politik Nasionalisme Sepak Bola Indonesia Era Soekarno 1950-1965’ karya dosen sejarah Universitas Negeri Surabaya, RN Bayu Aji.
“Alhamdulillah, hari ini saya kirim buku ke Ade Armando biar beliau tidak asal ngomong dan lebih pintar sedikitlah. Saya menyisihkan penghasilan dari pekerjaan membuka warung untuk membeli buku ini,” kata Kusnan.
Kusnan sengaja memilih mengirim buku ke Ade Armando dengan harapan agar Ade lebih bisa terbuka pikirannya secara ilmiah. Kusnan merasa heran, Ade yang pernah menjadi dosen sebuah kampus ternama ternyata tidak paham sejarah dan malah menyebut ajaran Bung Karno sebagai wangsit sampai klenik.
Baca Juga:
Eri Cahyadi Upayakan Tenaga Kontrak di Surabaya Dapat THR
“Makanya saya rela menyisihkan pendapatan dari jualan di warung untuk membeli buku buat Ade, agar beliau kembali ke tradisi ilmiah. Saya kasihan melihat dia. Semoga buku ini bisa menjernihkan otak dan hati,” kata Kusnan.
Kusnan mengirimkan buku tersebut melalui jasa PT Pos Indonesia. Kusnan sengaja memilih jasa pengiriman ekspres, agar buku tersebut bisa diterima Ade dalam jangka waktu satu hari ke depan.
“Saya pilih kategori ekspres alias super cepat 1 hari sampai, biar hati dan otak Ade juga cepat pulih,” pungkas Kusnan.
Baca Juga:
Siswa SMP Petra 5 Surabaya Dianiaya, Ayah Lapor Polda Jatim
Buku ‘Politik Nasionalisme Sepak Bola Indonesia’ yang ditulis oleh RN Bayu Aji membahas tentang hubungan antara politik, nasionalisme, dan sepak bola di Indonesia. Buku ini membahas bagaimana sepak bola dapat digunakan sebagai alat untuk membangkitkan nasionalisme di kalangan masyarakat, serta bagaimana politik dan kepentingan bisnis dapat memengaruhi dunia sepak bola di Indonesia. [tok/beq]






