Madiun (beritajatim.com) – Memasuki penghujung musim giling tebu 2025, ribuan ton gula hasil panen petani di wilayah Madiun Raya belum juga terserap pasar. Tumpukan gula yang masih tersimpan di gudang pabrik gula, seperti PG Purwodadi Magetan dan PG Pagotan, membuat pembayaran hasil tebu petani ikut tertunda.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI), Soemitro Samadikoen, menegaskan bahwa stok gula yang belum terjual tersebut sepenuhnya milik petani. Karena itu, ia mendorong agar petani diberi kesempatan melelang sendiri hasil gulanya dengan pendampingan dari manajemen pabrik.
“Biarkan petani melelang gula mereka dengan menghadirkan pembeli, sementara pihak manajemen cukup menjadi saksi,” ujar Soemitro, Kamis (25/9/2025).
Soemitro menilai pola pelelangan mandiri seperti yang dijalankan PT Rajawali Nusantara Indonesia (ID Food) bisa menjadi solusi. Dengan sistem tersebut, distribusi gula lebih cepat sekaligus menjaga harga di tingkat petani.
Harga pokok penjualan (HPP) gula tahun ini ditetapkan Rp14.500 per kilogram. Jika stok gula petani tidak segera diserap pasar, Soemitro mendesak PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) turun tangan membeli sesuai harga tersebut.
“Konsumsi gula kita masih tinggi, tapi pasar justru tercampur dengan gula rafinasi. Maka mekanisme pelelangan harus diperbaiki agar petani tidak terus bergantung pada pabrik,” tegasnya.
Selain soal penyerapan gula, Soemitro juga menyoroti wacana penggabungan PT SGN dengan ID Food. Menurutnya, peleburan dua BUMN ini belum tentu menjawab keresahan petani.
“Apakah dengan digabung justru lebih baik, atau malah sebaliknya? Biarkan keduanya berjalan sendiri-sendiri agar ada kompetisi yang sehat dan sama-sama berbenah,” ungkapnya.
Apapun skema yang akan diambil pemerintah, ia menegaskan petani tetap harus diberi ruang menjual sendiri gula hasil gilingnya.
“Petani jangan sampai kehilangan kendali atas panennya,” tutup Soemitro.
Situasi gula menumpuk di gudang bukan sekadar soal teknis distribusi, melainkan menyangkut keberlanjutan ekonomi ribuan petani tebu di Madiun dan sekitarnya. [rbr/beq]






