Tuban (beritajatim.com) – Gempa magnitudo 4,0 di Kabupaten Bojonegoro juga dirasakan hingga wilayah Tuban. Bahkan, warga Kecamatan Parengan Tuban mengaku sampai sempoyongan saat gempa terjadi.
Seperti dituturkan Galuh (25), asal Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Dia mengaku merasakan gempa tersebut dan sampai sempoyongan seperti orang mabuk.
“Kerasa banget, guncangannya lumayan sampai kayak wong mendem (orang mabuk),” ucap Galuh.
Galuh yang berprofesi sebagai perias ini saat bekerja sempat panik dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena badannya terasa kaku lantaran syok.
“Nggak ada semenit guncangannya tapi kerasa banget, sampai nggak bisa lapo-lapo (apa-apa),” kata Galuh.
Baca Juga:
Gempa Bumi di Bojonegoro Juga Dirasakan di Tuban
Terkait kemungkinan kerusakan atau dampak yang lain, menurut Galuh kondisi rumah miliknya masih aman. Tetapi dia mengaku tidak tahu apakah ada rumah tetangganya yang rusak.
“Alhamdulilah kalau rumahku aman mbak, gak tau yang lain,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Farid asal Dusun Gampeng, Desa Parang Batu, Kecamatan Parengan juga mengaku merasakan gempa tersebut, bahkan guncangannya lebih kerasa hingga atap rumah bergetar.
“Parengan lumayan besar getarannya, atap rumah sampai bunyi,” ujar Farid.
Menurut hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi memiliki parameter dengan magnitudo 4,0. Pusat gempa bumi berlokasi di darat pada jarak 6 km Barat Laut Bojonegoro di kedalaman 7 km.
Sementara itu, Kepala BMKG Tuban, Zem Irianto Padama mengatakan, kejadian dan parameter gempa bumi tepatnya pukul 08.04.23 WIB senin (12/6/2023) tidak hanya mengguncang wilayah Bojonegoro saja, melainkan wilayah Tuban dan sekitarnya juga diguncang gempa tektonik.
“Daerah yang merasakan gempa dari laporan masyarakat untuk sementara ini wilayah Tuban yaitu Kecamatan Rengel dan Parengan,” ucap Zem Irianto Padama.
Sedangkan, wilayah Bojonegoro yang merasakan adanya gempa yakni Kecamatan Leran, Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Trucuk, dengan jenis gempa bumi memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
Baca Juga:
Gempa di 117 KM Pacitan, Terasa Sampai Magetan, Ngawi dan Madiun
“Dampak gempa bumi berdasarkan hasil permodelan peta guncangan (shakemap), sehingga gempa bumi ini dirasakan di Bojonegoro dan Tuban dengan skala intensitas II–III MMI,” paparnya.
Skala intensitas ini getarannya dapat dirasakan seperti truk yang lewat dan nyata didalam rumah. Meski begitu, kata Zem tidak ada gempa susulan atau aftershock.
“Hingga saat ini, pukul 08.25 WIB, belum ada laporan terkait kerusakan maupun korban jiwa, kami masih menunggu laporan dari teman – teman BPBD, TNI/Polri dan instansi yang berdekatan dengan lokasi kejadian,” tambahnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Kemudian, masyarakat perlu menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” pungkasnya. [ayu/beq]






