Mojokerto (beritajatim.com) – Ahmad Dofir, Calon Legislatif (Caleg) ini berhasil meraih suara terbanyak di Partai NasDem Kabupaten Mojokerto, Daerah Pemilihan (Dapil) V DPRD Kabupaten Mojokerto. Dengan hasil real count sementara sebanyak 6.746 suara, Sekretaris Pribadi Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Al Barra dipastikan melenggang ke parlemen.
Dihubungi beritajatim.com, pria kelahiran 9 Juni 1993 ini mengaku, untuk Partai NasDem ia meraih suara tertinggi di Dapil V yang meliputi Kecamatan Kutorejo, Dlanggu, Bangsal dan Mojoanyar. “Data belum masuk semua yang di website KPU, kalau di data saya 7.623 suara (raihan suara). Di KPU, 6.746 suara,” ungkapnya, Kamis (22/2/2024).
Ia tak menyangka bisa meraih suara terbanyak di awal pencalonannya sebagai wakil rakyat di Pemilu Serentak 2024 ini. Suami dari Wahyu Saftri Rahmawati (26) ini mengaku, suara yang diraih tidak lepas dari pengaruh Gus Barra (sapaan akrab Wabup Mojokerto, red) dan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim.
“Selain itu, ibu saya juga. Kita punya jaringan mulai dari kecamatan hingga tingkat RT. Sehingga saya lebih banyak terjun dan konsolidasi langsung kepada tim sampai bawah, sampai pemilih sehingga dengan terjun kita kepada pemilih berdampak besar kepada pendapatan suara yang kita raih,” ujarnya.
Dari konsolidasi hingga tingkat bawah tersebut, menurutnya, ia bisa mengukur perolehan suara sampai di tingkat desa. Konsolidasi tim yang sudah terbangun jaringan sosial di bawah ditambah dengan kehadirannya menyapa para pemilih menjadi pengaruh besar ia memperoleh suara sesuai dengan yang diharapkan.
“Kerja keras memperkenalkan diri dengan penguatan tim mulai dari tingkat RT. Di tingkat RT, saya punya empat orang tim. Saya fokus di Kecamatan Kutorejo dan Dlanggu (Dapil V), karena saya alamat di Kutorejo, maka basis saya di Kutorejo. Jadi Kutorejo yang saya solidkan sama Dlanggu, selain tim, Dlanggu banyak keluarga,” urainya.
Sehingga dua kecamatan di Dapil V tersebut ia maksimalkan. Dua kecamatan lainnya, Bangsal dan Mojoanyar, tidak menjadi fokus peraihan suara bapak tiga anak ini. Meski begitu, di dua kecamatan ini ia masih bisa meraup suara. Namun di Kecamatan Kutorejo menempatkan ia memperoleh suara tertinggi.
“Dan alhamdulilah di masing-masing kecamatan itu, Kutorejo itu menempatkan posisi tertinggi pendapatan suara dan kedua adalah Dlanggu. Sesuai dengan target. Untuk kita menyakinkan kepada masyarakat adalah dewan ini kan bagian wakil mereka di dalam menyampaikan perubahan, keinginan dan harapan mereka,” tegasnya.
Selama tiga tahun ia terjun di birokrasi politik pemerintah atau sejak Gus Barra menjadi orang nomor dua di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menjadi modal. Sehingga ia mengaku banyak tahu program-program untuk diajukan kepada eksekutif dan eksekutif memiliki peran yang penting untuk bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Yakni dengan program-program yang disampaikan ke dinas dari eksekutif itu. Bagaimana untuk kesejahteraan guru madin karena memang Kutorejo itu kan tidak lepas dari iklim diniyah sehingga nanti aspirasi mereka, saya yakinkan bahwa ketika dilakukan, kita bisa menyampaikan kepada forum dewan untuk memikirkan perhatian kita kepada guri TPQ,” ucapnya.
Ia berharap nantinya bisa berada di komisi yang membawai bidang pendidikan, kesejahteraan, ekonomi sesuai dengan saat konsolidadi yang disampaikan ke pemilih. Ia mengaku fokus terjun ke tingkat bawah untuk melakukan konsolidasi selama lima bulan. Per 1 September 2023, ia memutuskan mundur sebagai Sekretaris Pribadi Wabup Mojokerto.
“Surat pengunduran diri saya sudah tersampaikan ke Bupati sejak 1 September 2023 untuk fokus di Pileg ini. Baru kali ini (maju sebagai Caleg). Terjun (ke politik) ya mulai Gus Barra sebagai Wakil Bupati, saya sebagai Sekretaris Pribadi. Pertama, saya ini santri. Kami ini dinasehatkan oleh kyai kami bahwa, para santri harus menjadi pemimpin yang memberikan kontribusi kepada Indonesia,” katanya.
Jika berada di DPRD Kabupaten Mojokerto maka ia harus bisa berkontribusi politik di Kabupaten Mojokerto. Selain itu, lanjut Dofir, juga bagaimana ia bisa memaksimalkan perannya di DPRD untuk mengawal aspirasi masyarakat di Kabupaten Mojokerto khususnya Dapil V. Ia berangkat dari Partai NasDem bukan tanpa alasan.
“Partai NasDem kendaraan yang baik sehingga putranya (KH Asep Saifuddin Chalim yakni Muhammad Habibur Rochman) di RI (DPR RI), saya di Kabupaten Mojokerto (DPRD Kabupaten Mojokerto). Ada juga dari kami yang di provinsi sehingga semuanya linier. Dan harapannya nanti partai ini bisa mengusung Gus Barra sebagai Bupati Mojokerto,” tuturnya.
Magister (S2) Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) ini berharap, ketika menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto terpilih, ia mampu membawa warna perubahan yang diharapkan banyak elemen masyarakat. Mulai dari elemen pendidikan, pelaku UMKM dan masyarakat Dapil V untuk bisa menyampaikan dan menindaklanjuti yang sudah ia janjikan saat kampanye.
“Saya bisa nantinya membawa warna itu untuk bisa menjadi kenyataan bagi mereka karena komintmen seorang pemimpin itu harus bisa memegang janjinya kepada mereka,” pungkas Caleg Partai NasDem Kabupaten Mojokerto nomor urut 2 Dapil V ini. [tin]







