Mojokerto (beritajatim.com) – Menjadi kampung kumuh membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menciptakan Desa Wisata Kampung Anggur Majapahit. Dengan memanfaatkan bantaran sungai, ratusan tanaman anggur dibudidayakan.
Ratusan tanaman anggur di sepanjang jalan desa dan tepi sungai tersebut ditanam sebagai rintisan Desa Wisata Kampung Anggur Majapahit. Setidaknya ada tiga Rukun Warga (RW) yang menjadi lokasi budidaya tanaman buah berupa perrdu yang merambat tersebut.
Ratusan tanaman anggur tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama owner Sinar Lintang Farm, Aan Iqbal (40) warga setempat. Bibit tanaman anggur hasil budidaya ditanam di sepanjang jalan desa dan bantaran sungai yang juga dilengkapi tiang rangka galvalum untuk penyangga batang anggur.
Adapun titik lokasi kebun anggur milik Pemdes Kedungmaling. Lokasi pertama terletak di RW 4 yakni Kampung Anggur I di jalan desa sepanjang sekitar 165 meter, di lokasi kedua yakni RW 8 di Kampung Anggur II sepanjang 270 meter dan ketiga di RW 2 sepanjang 165 meter. Saat ini, ratusan tanaman anggur sudah siap panen.
Masyarakat yang datang Kampung Anggur Majapahit Desa Kedungmaling bisa memetik sendiri. Didampingi Kelompok Tani (Ketan) Anggur Majapahit, masyarakat aman diarahkan ke tamanan anggur yang siap panen. Masyarakat pun bebas memilih jenis anggur yang akan dibeli.
“Pertama, ini adalah berkah dari pandemi Covid-19. Ketika kita dipaksa untuk me-recofusing anggaran insfrastruktur untuk mengatasi pengangguran dan setengah nganggur akibat dari pandemi Covid-19. Kedua, lingkungan ini sangat kumuh, tempat pembuangan sampah,” ungkap Kepala Desa (Kades) Kedungmaling, Edy Prabowo, Sabtu (14/10/2023).
Kades menjelaskan, jika sebelumnya masyarakat enggan lewat perkampungan karena kotor dan lanjut Kades, jika dibersihkan maka hanya bertahan dua minggu sehingga harus ada aktivitas. Pemdes Kedungmaling pun menciptakan Kampung Anggur karena salah satu warga Desa Kedungmaling merupakan pegiat budidaya tanaman anggur.
“Gus Iqbal merupakan pegiat budidaya tanaman anggur sehingga kita ajak kerjasama, beliau sebagai konsultan dan kita buatkan kelompok tani atau ketan anggur yang beranggotakan warga sekitar. Alhamdulilah untuk tahap pertama, dimulai tanggal 14 Maret 2021 melebihi ekspektasi, di bulan September 2021 sudah diresmikan oleh Ibu Bupati,” katanya.
“Jenis tanaman anggur yang ditanam macam-macam, ada Jupiter, Julian, dan lainnya. Untuk warna, ada yang merah, hijau, hitam. Satu pohon bisa menghasilkan 23 kg anggur saat cuaca bagus. Menjual tidak kesulitan hanya di posting di Facebook, di grup WA. Pembeli datang dari luar kota, Malang, Jombang, Blitar, Gresik, Sidoarjo,” katanya.
Buah anggur tersebut dijual mulai dari harga Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per kg. Menurutnya di tahun 2022 lalu, cuaca buruk karena musim penghujan panjang sehingga gagal panan. Saat akan panen, hujan turun sehingga buah anggur banyak yang gagal panen. Namun di awal panen, sekitar 2 kwintal buah anggur mampu dihasilkan dari Kampung Anggur I.
“Konsepnya memberdayakan masyarakat, ketika mereka merawat, mereka tidak kita bayar, kita fasilitasi pupuknya saja. Di awal ini, mereka yang menikmati tapi kedepan nanti yang kelola adalah BUMDes. Setiap Ketan Anggur Majapahit beranggota 20 orang. Mereka benar-benar belajar, 20 orang sudah punya keahlian untuk membuat bibit,” urainya.
“Ini kan rintisan desa wisata di tahun 2024, sekarang masih dikelola Pemdes nanti yang mengelola Bumdes agar bisa dimanfaatnya masyarakat setempat. Yang jelas sebagai sumber PAD desa itu endingnya. Ketika desa yang punya sesuatu yang berbeda (Kampung Anggur) akan menjadi tempat tujuan,” tegasnya.
Ketika masyarakat sudah tertarik datang ke Desa Kedungmaling, pihaknya berharap perekonomian masyarakat otomatis akan jalan. Sehingga diharapkan rintisan Wisata Desa Kampung Anggur Mojopahit ini dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) desa dan mendongkrak perekonomian masyarakat Desa Kedungmaling.
Salah satu pengunjung, Julianto (47) mengatakan, jika ia datang dari Jombang bersama dengan sang istri khusus datang ke Kampung Anggur Majapahit. “Saya dari Jombang, ada saudara di Mojokerto. Saya dapat informasi dari saudara kalau di Kedungmaling ada kampung anggur sehingga kita tadi ke sini,” tuturnya.
Menurutnya membeli buah anggur di Kampung Anggur Majapahit Desa Kedungmaling dengan di pasar atau swalayan berbeda. Karena di Kampung Anggur Majapahit Desa Kedungmaling, ia bisa memilih, memetik dan mengincipi semua jenis tanaman anggur yang ada Kampung Anggur Majapahit Desa Kedungmaling.
“Sangat berbeda dengan beli di pasar, di sini kita bisa petik sendiri dan mencicipi jenis-jenis anggur yang ada. Petani-petaninya juga sangat ramah melayani kita. Harga sesuai karena kita bisa petik sendiri, incip gratis, kalau yang ditimbang, bawa pulang ya beli. Sangat puas berkunjung ke sini,” pungkasnya. [tin/ted]








