Ankara (beritajatim.com) – Adhe Nuansa Wibisono, putra Indonesia, mengukir sejarah sebagai lulusan doktor pertama dari Akademi Kepolisian Turki pada tanggal 23 November 2023.
Dia berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan dewan juri di gedung utama Turkish National Police Academy, Ankara.
Berkat pencapaiannya ini, ia dianugerahi gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dalam bidang Studi Keamanan Internasional.
Disertasi berjudul “Efektivitas Peran dan Dampak ASEAN dalam Keamanan Regional: Studi Kasus Sengketa Laut China Selatan” dipresentasikannya dengan cemerlang di hadapan para ahli di bidang Hubungan Internasional, Studi Keamanan, dan Politik Luar Negeri.
Para juri yang terkesan dengan kualitas penelitiannya, termasuk Prof. Dr. Şule Toktaş, Assoc. Prof. Dr. Hasan Sencer Peker, Prof. Dr. Oktay Tanrısever, dan Assoc. Prof. Dr. Sezgin Mercan, memberikan pujian atas karya akademiknya yang luar biasa.
Dibimbing oleh Prof. Dr. Bayram Ali Soner, seorang pakar ternama dalam Resolusi Konflik, Isu Minoritas, dan Hubungan Internasional, Wibisono menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan beasiswa penuh Turkiye Burslari dari Badan Kepresidenan Diaspora Turki dan Komunitas Terkait (YTB).
Disertasi Wibisono menitikberatkan pada peran ASEAN dalam mengelola potensi konflik di Laut China Selatan. Ia memaparkan berbagai upaya ASEAN dalam memaksimalkan dialog dan kerjasama dengan China, serta menjaga Sentralitas ASEAN untuk mewujudkan kedamaian dan ketertiban di wilayah tersebut.

Sebagai anak bungsu dari pasangan Ahmad Effendi dan Almarhumah Fauziati Affriatie, Wibisono menunjukkan kegigihannya dalam menempuh pendidikan.
Setelah menyelesaikan S1 Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2011, ia melanjutkan studi S2 Kajian Terorisme dan Keamanan Internasional di Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar pada tahun 2015. Kini, ia berhasil meraih gelar doktor dari salah satu kampus ternama Turki, Turkish National Police Academy.
“Puji syukur kepada Allah dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelulusan saya ini. Pencapaian Doktor ini saya dedikasikan terutama kepada Almarhumah Ibu saya yang telah banyak berkorban selama masa pendidikan saya di Turki,” ungkap Wibisono.
Wibisono memiliki harapan besar untuk Indonesia. Ia ingin melihat Indonesia menjadi negara besar di kawasan dan global, dengan peningkatan daya saing ekonomi dan pembangunan industri pertahanan nasional.
“Saya yakin jika Indonesia fokus membangun industri pertahanan, maka pengaruh Indonesia sebagai aktor utama di ASEAN akan semakin menguat. Indonesia mampu menjadi peacemaker antara kekuatan besar AS dan China yang bersaing di kawasan Asia Pasifik,” paparnya.
Prestasi Wibisono tak hanya di bidang akademis. Di Turki, ia aktif dalam berbagai organisasi lintas negara, di antaranya sebagai President of SAYO (South Asian Youth Organization) Turkey, Ketua DPLN AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia) Turki, Ketua Umum Caraka Muda Nusantara, Ketua Majelis Pertimbangan KAMMI Turki, Dewan Pakar PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Turki, dan terakhir terpilih sebagai Koordinator TKN Fanta Diaspora Turki.
Kisah inspiratif Adhe Nuansa Wibisono ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing di kancah internasional dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara. (ted)






