Pamekasan (beritajatim.com) – Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi menegaskan pihaknya tidak ingin terjebak pada sistem paket dalam proses pemilihan Ketua Umum PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB).
Hal tersebut disampaikan menjelang proses pemilihan ketum induk tertinggi sepakbola tanah air, periode 2023-2027, menggantikan sosok Mochammad Iriawan alias Iwan Bule.
Sedikitnya terdapat lima calon yang akan menggantikan sosok Iwan Bule, masing-masing Arif Putra Wicaksono, Doni Setiabudi, Erick Thohir, Fary Djemy Francis, serta La Nyalla Mattalitti.
[berita-terkait number=”3″ tag=”klb-pssi”]
Dari kelima kandidat tersebut, baru La Nyalla Mattalitti yang sudah mengundang Madura United, serta menjelaskan rencana program kedepan.
“Kita menunggu pertemuan dengan calon ketum yang lain untuk memaparkan visinya. Madura telah diundang oleh Pak Nyalla (sapaan akrab La Nyalla Mattalitti), kami menunggu undangan yang lain untuk menjelaskan rencananya,” kata Achsanul Qosasi, dikutip dari salah satu jejaring media sosial pribadinya, Kamis (26/1/2023).
Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa AQ yang berstatus sebagai Bos Laskar Sape Kerrab, juga sedang menunggu paparan misi dari para calon wakil ketua umum maupun para exco.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Achsanul-Qosasi”]
“Sepakbola itu harus berhadapan, sekarang lah waktunya tanpa harus lewat tim sukses, voter hanya 78 orang. Ini bukan pemilu, jangan ada sistem paket-paketan. Madura tidak mau terjebak pada ‘sistem paket’ yang menyesatkan,” ungkapnya.
Bahkan ia juga menegaskan jika sepakbola saat ini tidak membutuhkan pencitraan, tetapi butuh keberanian, anti mainstream dan melawan kemalaman yang akut. “Madura akan memilih yang berpihak pada transformasi sepakbola Indonesia, berani melawan kemapanan yang selama ini telah salah,” tegasnya.
“Para calon ketua umum, waketum dan exco, hadapilah voters dengan jantan. Jangan ada sogok-sogokan duit, resikonya besar, voters kayak ya sudah mulai berubah,” pungkasnya. [pin/ted]






