Malang (beritajatim.com) – Prof. Dr. Abdul Qohar, M.T., dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Negeri Malang (UM). Dalam pidato pengukuhannya, ia menyampaikan tentang peranan media pembelajaran berbantuan teknologi informasi untuk mendukung kemampuan matematis dan pendidikan karakter.
Prof Qohar dikukuhkan bersama tiga profesor lainnya, yaitu Prof. Dr. Joko Sayono, M.Pd. M.Hum, Prof. Dr. Susiswa, M.Si, Prof. Dr. Sumari, M.Si. Prosesi pengukuhan berlangsung hari ini, Kamis (22/6/2023) di aula GKB A 19 lantai 9 UM.
Abdul Qohar membahas tentang media pembelajaran matematika untuk memberikan pengalaman belajar bagi siswa. Media yang diciptakannya berbentuk gim sederhana memfasilitasi siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak.
“Sekarang banyak gim yang disukai anak dan banyak menyita waktu di sana. Kalau keterusan kan gak bagus juga. Gim juga kadang rawan dengan kekerasan. Makanya penelitian saya ini membuat media pembelajaran yang disukai anak-anak, jadi sembari bermain gim di handphone dia juga belajar,” kata dosen matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ini.
Baca Juga:
UM Kukuhkan 4 Guru Besar, 3 dari FMIPA dan 1 dari FIS
Dari gim tersebut selain kemampuan matematisnya meningkat diharapkan karakter siswa diharapkan juga bisa terbentuk. Menurut guru besar lulusan UPI Bandung ini, untuk memasifkan gimnya ada tantangan berat, karena para pembuat gim yang hanya bersifat hiburan saja adalah perusahaan besar.
“Tetapi kami akan terus usahakan untuk mengembangkan pelajaran matematika agar disukai dan membuat senang,” ujar pakar bidang media pembelajaran matematika ini.
Gim pembelajaran matematika yang ia buat diperuntukkan bagi anak tingkat SD hingga SLTA. Di dalamnya ada unsur gim, matematika, sekaligus juga pendidikan karakter. “Inginnya nanti di playstore, tapi saat ini masih belum ada,” tutup Prof Qohar.

Sementara itu, Prof. Dr. Joko Sayono, M.Pd. M.Hum, menyampaikan pidato pengukuhan berjudul ‘Pengembangan berpikir kritis melalui praktik historiografi: strategi menciptakan pembelajaran sejarah yang menarik dan menantang,’. Prof Joko Sayono merupakan guru besar dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM bidang teknologi pembelajaran sejarah.
Baca Juga:
24 Mahasiswa AS Ikuti Program CLS di UM Malang
Prof. Dr. Susiswo, M.Si menyampaikan orasi ilmiah berjudul ‘Pengintegrasian Teori Piere-Kieren untuk Mengembangkan Pembelajaran Abad 21 yang Berorientasi Keterampilan 4C’. Prof Susiswo menjadi pakar bidang High Order Thinking Skill (HOTS), ia menjadi pakar HOTS pertama yang dimiliki UM.
Adapun Prof. Dr. Sumari, M.Si., berpidato dengan judul ‘Peranan Katalis Pada Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan’. Prof Sumari merupakan Guru Besar departemen Kimia FMIPA UM bidang kimia fisika. [dan/beq]






