Probolinggo (beritajatim.com) – Gedung SMKN 1 Sukapura Kampus 2 yang sempat mangkrak, kini rampung dibangun. Hal ini kemudian diresmikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa.
Pembangunan Gedung SMKN 1 Sukapura ini dilakukan sejak tahun 2021 lalu. Anggarannya berseumber dari APBD Pemprov Jatim, sebesar Rp 2 milyar dengan luas lahan 1,5 hektare.
Pada tahun 2022 pembangunan SMKN 1 Sukapura sempat mangkrak, namun berhasil dilanjutkan di tahun 2023 hingga rampung dan diresmikan oleh Pemprov Jatim dan Pemkab Probolinggo.
Ada setidaknya 9 bangunan di kampus 2 tersebut. Masing-masing ditempati sebagai kelas, ruang praktek, laboratorium hingga kantor. Sekolah tersebut akan dibuka pada pendaftaran peserta didik baru tahun ini, dengan hanya menyediakan jurusan perhotelan.
Menurut Khofifah SMK Negeri Sukapura ini berangkat dari aspirasi masyarakat setempat. “Enam tahun yang lalu, masyarakat meminta saya membangun sekolah sesuai dengan kebutuhan,” terangnya.
Diketahui Sukapura sendiri banyak berdiri hotel dan objek wisata. Sehingga, masyarakat ingin, anak-anak mereka bisa menguasai ilmu perhotelan. “Meskipun belum lulus, Sabtu-Minggu ada lho anak-anak yang bekerja di hotel-hotel gitu, menerapkan langsung,” ucapnya.
Menurut Khofifah, murid akan diajarkan berbagai soft skill. “Tadi bisa kita lihat ya, ada beberapa alat yang menjadi penunjang murid. Seperti laundry ekspress, alat untuk mencuci spray dan lain sebagainya,” katanya.
Ia berharap, SMKN 1 Sukapura menjadi sekolah dengan meluluskan anak yang memiliki skill yang mumpuni. “Sehingga sekolah ini bisa menjadi sekolah favorit,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Sukapura Budijatmiko mengatakan jumlah murid di SMKN 1 Sukapura sebanyak 334 dengan 28 guru.
“Kalau secara ideal, kami kekurangan guru. Sehingga untuk memenuhi jam mengajar, ada guru yang merangkap,” ucapnya.
Nantinya, lanjut Budijatmiko, SMKN 1 Sukapura Kampus 2 akan menampung murid yang domisili desa-desa bagian atas Sukapura. Sementara sekolah pertama di Desa Boto akan menampung murid di desa-desa bawah.
“Karena banyak sekali murid kami yang rumahnya di Sapikerep ke atas seperti Ngadisari,” tandasnya. [ada/aje]






