Sumenep (beritajatim.com) -Beberapa produk UMKM Sumenep sudah mulai diekspor ke luar negeri. Salah satu negara tujuan ekspor adalah Malaysia. Ekspor perdana yang sekaligus menjadi uji pasar ini meliputi beberapa produk, mulai dari makanan ringan hingga sambal.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Perindustrian Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid menerangkan beberapa produk UMKM yang diekspor ke Malaysia diantaramya yakni tepung maronggi (kelor: red), kemudian stik maronggi rasa bawang, stik maronggi rasa original, maronggi celup.
Selain itu juga ada jagung palotan, rengginang goreng, amplang stik, sambal lombok hijau, sambal petis, keripik pisang manis, dan krispy ikan kering.
“Jadi memang ada cukup banyak produk UMKM Sumenep yang diekspor ke Malaysia. Ini baru test market. Direncakan tahap berikutnya tidak hanya ke Malaysia, tapi juga Singapura. Hanya saja jenis produknya berbeda dengan ekspor perdana ini,” terangnya, Selasa (06/06/2023).
Sementara Bupati Sumenep, Ach. Fauzi mengapresiasi ekspor produk UMKM ke Malaysia. Ekspor perdana itu diawali dengan penandatanganan Letter of Intens (LOI) antara pengelola Mall UMKM Sumenep dengan Buyer Malaysia.
Baca Juga: Anggota PAW DPRD Sumenep Dilantik, Isinya Wajah Lama
Menurutnya, ekspor perdana yang juga merupakan test market ini untuk melihat kekuatan pasar luar negeri, khususnya Asia sebagai tahap awal.
“Ini sambil dijajaki, apa produksi UMKM ini rasanya enak dan cocok untuk pasar luar negeri. Kalau enak, secara otomatis pasti akan ada permintaan susulan,” ujarnya.

Bupati pun mengingatkan agar para pelaku UMKM mampu menjaga kualitas produknya. Dengan demikian tidak akan mengecewakan para ‘buyer’ produk UMKM Sumenep.
“Kalau test marketnya sukses, banyak permintaan, maka harus dijaga konsistensi produknya, kualitas produknya termasuk rasanya. Kemudian managemen SDM nya harus dijaga. Managemen keuangannya juga harus dijaga. Ini penting untuk kesinambungan permintaan pasar luar negeri,” ucap ya.
Bupati mengungkapkan, para pelaku usaha saat ini harus berusaha menggali potensi-potensi produk dan komoditas yang ada di daerah, untuk dieskpor ke luar negeri. Utamanya produk turunan dari bahan mentah, agar mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, untuk memperluas jaringan pemasaran hingga bisa ekspor. Apalagi Jumlah UMKM Sumenep ini cukup besar. Lebih dari 401 ribu UMKM,” terangnya. (tem/ted)






