Lamongan (beritajatim.com) – Jelang Hari Raya Idhuladha 1444 H yang jatuh pada bulan Juni mendatang, ketersediaan stok dan kondisi kesehatan hewan kurban di Kabupaten Lamongan saat ini dipastikan cukup dan aman.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan Moch. Wahyudi. Menurutnya, hingga bulan ini terdapat 8 ribu sapi jantan dewasa, 18 ribu kambing, dan 6 ribu domba di Kabupaten Lamongan.
“Seluruh populasi yang ada sudah memenuhi syariat Islam dan kriteria kesehatan hewan. Tentunya juga sudah mendapatkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) sebanyak dua kali,” ujar Moch. Wahyudi, saat ditemui di kantornya, Senin (29/5/2023).
Wahyudi menegaskan, Disnakeswan Lamongan juga telah melakukan beberapa langkah utama untuk menjaga kondisi stok dan kesehatan hewan kurban, salah satunya dengan terus mengintensifkan pengamatan kesehatan pada hewan ternak yang bakal dikurbankan.
“Langkah yang kami lakukan pertama kali jelang Iduladha ialah mengidentifikasi stok hewan kurban, setelah itu yang kami intensifkan ialah pengamatan kesehatan pada hewan yang ada di tiap-tiap kandang peternak di Lamongan,” tutur Wahyudi.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/ekbis/h-30-jelang-iduladha-1444-h-pesanan-hewan-kurban-di-lamongan-meningkat/
Mengenai teknis intensifitas terhadap kesehatan hewan ternak itu, Wahyudi menjelaskan, dilakukan secara ketat selama 21 hari sebelum disembelih, dengan aktif memberikan disinfeksi, biosekuriti, komunikasi informasi edukasi (KIE), vitamin dan obat cacing.
“Karena masih dalam kondisi PMK, kami pastikan seluruh ternak di Lamongan sudah mendapatkan vaksin. Kami juga rutin memberikan disinfeksi, vitamin, dan perawatan lainnya pada 21 hari sebelum disembelih,” tandasnya.
Lebih lanjut, demi menunjang keamanan hingga pasca pemotongan, Wahyudi menerangkan bahwa Disnakeswan Lamongan sudah menyiapkan infrastruktur di 1.900 titik pemotongan, yang di dalamnya terdapat pasukan pemeriksa yang akan melakukan pelaporan jumlah hewan dan masalah yang terjadi saat di lapangan.
Tak cukup itu, ungkap Wahyudi, Disnakeswan juga terus memberikan edukasi dan pengarahan, tak hanya bagi peternak, namun juga bagi masyarakat yang menjadi konsumen melalui kegiatan sosialisasi rutin setahun sekali jelang Iduladha.
“Pengarahan yang diberikan itu di antaranya berisi tentang proses pemilihan ternak yang saat ini sudah bisa diakses melalui bursa hewan Qurban (BHQ) Lamongan, lalu tentanfg pemotongan, tempat pemotongan, hingga pembagian daging,” pungkasnya.[riq/ted]






