Surabaya (beritajatim.com) – Masalah keuangan dapat menjadi beban dalam setiap hubungan, dan tekanan finansial seringkali menjadi penyebab utama masalah perkawinan.
Manajemen keuangan keluarga baru adalah hal penting yang harus diperhatikan untuk memastikan stabilitas keuangan dan keberlangsungan keluarga di masa depan.
Menurut sebuah studi, keuangan merupakan penyebab stres nomor satu dalam sebuah pernikahan. Bahkan, Institute for Divorce Financial Analysis mengungkapkan bahwa masalah uang adalah penyebab utama ketiga dari semua perceraian.
Baca Juga: 20 Orang Jalani Dikkualsus Crew Chief F-16 dan T-50i di Lanud Iswahjudi
Tekanan keuangan dapat muncul dari berbagai sumber, seperti kehilangan pekerjaan, pengeluaran tak terduga, atau kebiasaan belanja yang impulsif. Hal ini dapat merugikan kedua pasangan dalam suatu hubungan.
Namun, ada cara untuk mengatasi tantangan ini dan memperkuat ikatan kita dengan pasangan. Dengan menerapkan beberapa strategi, pasangan dapat bekerja sama untuk mengatasi tekanan finansial dan membangun hubungan yang lebih kuat dan tangguh.
Berikut beberapa langkah dan cara untuk memulai manajemen keuangan keluarga yang baru menikah, boleh juga untuk keluarga lama.
Buat anggaran bulanan
Buatlah anggaran bulanan yang mencakup pengeluaran rutin seperti tagihan, makanan, transportasi, dan pengeluaran diskresioner seperti hiburan dan liburan. Pastikan untuk mengalokasikan uang yang cukup untuk setiap kategori dan usahakan untuk tidak melebihi anggaran yang telah ditentukan.
Baca Juga: Kiai Muda Jatim Tingkatkan Ekonomi Lewat Pelatihan Nata De Coco
Hindari utang
Cobalah untuk menghindari utang sebisa mungkin, terutama jika Anda baru saja menikah dan belum memiliki cadangan dana darurat yang cukup. Jika Anda memang membutuhkan utang, pastikan untuk membayar kembali dengan tepat waktu dan tidak berlebihan.
Buat tabungan
Buatlah tabungan darurat untuk keperluan tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau keperluan kesehatan. Pastikan bahwa setidaknya 3-6 bulan pengeluaran dapat dicover oleh tabungan darurat tersebut.
Komunikasi terbuka
Pastikan untuk terbuka dalam berkomunikasi dengan pasangan mengenai keuangan keluarga. Diskusikan tujuan finansial jangka panjang dan prioritas, serta kebijakan pengeluaran dan tabungan.
Baca Juga: 6 Tips Menjaga Imunitas Tubuh saat Perubahan Iklim
Investasi
Pahami risiko dan manfaat dari investasi untuk jangka panjang. Perencana keuangan profesional dapat membantu memberikan nasihat tentang investasi yang tepat sesuai dengan tujuan finansial Anda.
Belajar manajemen keuangan
Teruslah belajar mengenai manajemen keuangan keluarga, perencanaan keuangan, dan investasi. Ada banyak sumber daya yang tersedia online atau melalui konsultan keuangan untuk membantu Anda meningkatkan pemahaman Anda tentang topik ini.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat memulai manajemen keuangan keluarga baru yang sehat dan stabil. Ingatlah bahwa manajemen keuangan keluarga membutuhkan kerja keras dan komitmen, tetapi hasil akhirnya sangat penting bagi keberlangsungan keluarga Anda di masa depan. (ian)






