Pasuruan (beritajatim.com) – Selama libur lebaran 2023, okupansi wisatawan di Pasuruan mencapai 70 persen. Hal ini disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pasuruan, Fuji Subagyo.
“Paling banyak wisatawan yang datang di wilayah Kecamatan Prigen, karena banyak hotel dan banyak wisata. Kalau hari H lebaran masih sepi, ramainya rata-rata H+1 sampai 3 hari ke depan,” kata Fuji saat dihubungi, Jumat (5/5/2023).
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan Eka Wara Brehaspati mengatakan bahwa dengan banyaknya pengunjung yang masuk Kabupaten Pasuruan akan meningkatkan PAD. Pasalnya pada tahun 2023 ini PAD Dinas Pariwisata dinaikkan menjadi Rp 50 juta.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/tiga-kendaraan-kecelakaan-beruntun-di-kota-blitar-dua-luka/
Sehingga selama satu tahun, Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan harus mendapatkan PAD sebanyak Rp 400 juta. Hal ini tentunya juga didukung dengan pendapatan wisata milik Pemkab yakni Banyu Biru, Ranu Grati dan juga Gunung Bromo.
“Tren wisata saat ini sangat baik, sehingga banyak wisatawan dari luar maupun dalam Pasuruan berdatangan. Bahkan mengalami peningkatan, seperti halnya saat libur lebaran kemarin,” kata Eka.
Eka juga menjelaskan saat ini cakupan PAD di bagian pariwisata sudah mencapai kurang lebih Rp 300 juta. Eka menegaskan bahwa pihaknya yakin akan mencapai target PAD pada tahun 2023. (ada/kun)






