Magetan (beritajatim.com) – Pemilik rumah yang terbakar imbas mobil langsir Pertalite di Desa Tamanarum, Parang, Magetan sementara tinggal di rumah milik tetangga. Kebetulan rumah itu masih kosong.
Tukiran (55) dan Amini beserta tiga orang cucunya terpaksa menempati rumah tersebut lantaran belum sanggup membenahi rumahnya yang rusak parah karena kebakaran pada Sabtu (8/4/2033) lalu. Pendapatannya tak cukup untuk bisa segera membenahi rumahnya. Dia mengaku bekerja sebagai pegawai di sebuah peternakan ayam tetangganya.
Tukiran bercerita, dirinya dan istri saat ini harap-harap cemas soal tanggung jawab dari pemilik mobil Daihatsu Zebra. Dia was-was kalau si pemilik mobil ingkar janji. Padahal, pemilik mobil itulah yang telah menyebabkan rumah dan perabotnya ludes terbakar tanpa menyisakan alat makan satu pun.
“Hanya sekali ke sana, sore pasca kejadian istri dari pemilik mobil terbakar ke sini. Dia janji akan membangun rumah saya yang terbakar. Dia juga meminta maaf atas musibah yang diakibatkan suaminya. Namun kami tunggu-tunggu hingga hari ini tepatnya 4 hari sejak kebakaran belum datang lagi,” kata Tukiran, Selasa (11/04/2023).
https://beritajatim.com/peristiwa/truk-langsir-solar-antri-berjejer-di-spbu-maospati/
Tukiran mengaku saat ini tidak punya tabungan. Rumah yang dibangun dari hasil menjadi buruh migran Indonesia (BMI) di Brunei Darussalam selama 8 tahun itu tidak dapat ditempati. Alat makan satu pun tidak punya, semua terbakar.
“Saya berharap pemilik mobil segera tanggung jawab. Apalagi mau lebaran, rumah yang saya tempati ini sebentar lagi pemiliknya pulang dan akan ditempati,” ungkapnya.
Dia memperkirakan, kerugian akibat kejadian kebakaran itu mencapai Rp100 juta. Bangunan rumah utama terbakar separo, dapur beserta isinya dua kulkas, dua freezer juga ikut terbakar. Ditambah warung mie ayam yang disewa orang isinya juga ludes.
Tukiran juga masih mengasuh tiga orang cucu, sementara sang istri penglihatannya sudah berkurang. “Orang tua cucu saya menikah lagi setelah bercerai dengan istri pertamanya dan tinggal di luar kota. Sedang 3 anaknya tinggal bersama saya. Untuk makan saya bekerja sebagai penjaga kandang ayam,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, penyebab kebakaran rumah Tukiran (55) di Jalan Raya Parang – Lembeyan masuk desa Tamanarum Kecamatan Parang Kabupaten Magetan pada Sabtu (08/04/2023) terungkap.
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/polres-magetan-amankan-satu-truk-pelangsir-solar-di-magetan/
Dari hasil penyelidikan polisi dari Polsek Parang, penyebab kebakaran tersebut akibat kelalaian Marjuni (38) warga desa Kediren Kecamatan Lembeyan pemilik mobil Daihatsu Zebra AE 1392 RT sekaligus pengemudi mobil. Dia lah yang saat sebelum kejadian ngetap bensin dari tangki mobil untuk dipindahkan ke drum plastik.
“Pemilik mobil lalai, sehingga mengakibatkan kebakaran rumah orang lain terbakar. Pasalnya sebelum terjadi kebakaran, Marjuni memarkir mobilnya di sela rumah Tukiran untuk memindahkan BBM,” kata Kapolsek Parang AKP Hari Joko Prayitno, Minggu (09/04/2023).
BBM jenis pertalite yang sebelumnya Marjuni isi dari SPBU dipindahkan dari tangki mobil ke drum dengan menggunakan alat berupa pompa listrik.
“Saat penggunaan pompa listrik itu, Marjuni ini menghubungkan dengan accu mobil. Diduga pada saat menyalakan pompa itu terjadi hubungan arus pendek listrik atau terjadi korsleting sehingga menimbulkan api,” beber Hari Joko.
Percikan api kemudian menyambar BBM hingga terbakar. Api kemudian membesar dan menyambar bagian rumah Tukiran serta warung mie ayam di ruko yang juga milik Tukiran.
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/truk-diduga-langsir-solar-di-magetan-sakti-tetap-dilayani-meski-stok-habis/
“Beruntung pada saat terjadi kebakaran Tukiran sedang tidak ada di rumah. Hanya ada si pemilik mobil yang saat itu mencoba memadamkannya. Hingga mengalami luka bakar di tangan dan harus jalani perawatan di puskesmas,” lanjut Hari Joko.
Karena membakar BBM, api berkobar semakin besar dan sulit dipadamkan. Kemudian masyarakat yang melihat sempat membantu memadamkan dengan alat seadanya. Api baru bisa padam setelah dua unit mobil Damkar milik Pemkab Magetan menyemprotkan air.
“Akibat kejadian tersebut Tukiran, pemilik rumah mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp90 jutaan,” pungkasnya. [fiq/but]






