Jember (beritajatim.com) – Pembatalan penyelenggaraan Piala Dunia U20 di Indonesia oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) disayangkan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Pembatalan itu pastinya berdampak di sektor pariwisata. Meskipun Kabupaten Jember tak menjadi tuan rumah Piala Dunia U20, tapi minimal (sebagai) support pariwisata dari kota-kota lain yang jadi tuan rumah, Jember pasti menjadi salah satu daya tarik,” kata Sekretaris PHRI Jember Dwi Taufiq Wahyu, ditulis Jumat (7/4/2023).
Posisi Jember berjarak kurang lebih 200 kilometer dari Surabaya dan 250 kilometer dari Denpasar yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U20. Perjalanan ke Surabaya bisa ditempuh dengan kereta api dan jalur tranportasi jalan raya. Sementara perjalanan ke Denpasar harus menyeberangi Selat Bali.
“Dengan adanya pembatalan, pasti ada pengaruhnya terhadap kunjungan tamu yang akan datang ke Jember. PHRI Surabaya paling terdampak karena Surabaya menjadi venue. Namun Jember memiliki kontribusi pariwisata selain Batu dan Malang,” kata Wahyu.
Kini Wahyu berharap pada pelaksanaan World Beach Games di Bali 5-12 Agustus 2023. “Informasi yang kami terima kontingen dari beberapa negara. Harapan kami ini bisa mendukung tingkat hunian pada Agustus selain kegiatan JFC (Jember Fashion Carnaval),” katanya.
Dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten (TPID) Jember tempo hari, Wahyu sempat menyampaikan, pembatalan tuan rumah Piala Dunia U20 ini menjadi isu menarik. “Pasti berdampak besar terhadap pariwisata yang semula akan dilaksanakan pada Mei, sudah banyak bookingan hotel, tapi kemudian banyak pembatalan. Dampaknya tak hanya pada saat kegiatan berlangsung, tapi sebelum kegiatan berlangsung seperti saat ini pasti akan ada sedikit dampak,” kata Wahyu. [wir]






