Magetan (beritajatim.com) – Ramadhan 2023, jadi berkah bagi produsen cincau di Desa Tanjungsari Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan. Di hari biasa pesanan hanya mentok 70 ember, namun saat Ramadhan bisa sampai 500 ember.
Pun, cincau jadi salah satu bahan untuk membuat es dawet yang cocok disajikan saat berbuka puasa. Tekstur kenyal cincau juga sangat cocok memanjakan lidah dipadukan dengan kuah santan dan gula merah.
Seperti yang dialami salah satu produsen cincau yakni milk Suwarni. Saat Ramadhan, dirinya bisa terus melakukan produksi cincau. Sementara saat hari biasa kali dalam seminggu. “Ramadhan ini naik produksinya karena permintaan banyak. Sehari bisa sampai 500 ember untuk memenuhi permintaan pedagang es. Karena umumnya cincau kan buat bikin es dawet atau es campur,” kata Suwarni.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/smrc-kuat-di-jatim-anies-ahy-atau-anies-khofifah-menang-lawan-ganjar/
Permintaan cincau hitam tidak hanya berasal dari pedagang atau masyarakat lokal Magetan tapi juga dari berbagai daerah lain seperti Ngawi, Bojonegoro, hingga Pati Jawa Tengah.
Harga per embernya dibanderol Rp50.000 sementara untuk ember kecil dibanderol Rp25.000. Pun, mereka mendatangkan bahan baku dari lokal Magetan beberapa daerah lain untuk produksi cincau tersebut. “Saya mendatangkan bahan baku dari Pacitan dan Ponorogo, nyari di hutan Daun cincau ini juga naik, sehingga meski sat ini banyak pesanan harganya tetap,” kata Suwarni.
Untuk diketahui, cincau hitam jadi salah satu bahan olahan yang mirip agar-agar. Biasanya dijadikan pelengkap minuman berupa es dawet, es campur ataupun minuman yang lainnya.
Minuman bercincau cukup populer saat Ramadhan. Utamanya dijadikan menu iftar. Sehingga, banyak sekali konsumen yang membutuhkan cincau. Kenaikan permintaan cincau bakal terus berlanjut sampai menjelang lebaran. (fiq/kun)






