Mojokerto (beritajatim.com) – Usulan penurunan tarif tiket masuk wisata Ubalan Waterpark di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ditargetkan rampung tahun 2023 ini. Tahun ini, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Mojokerto mengajukan penurunan tarif sebesar 50 persen.
Usulan penurunan tarif tiket wisata di Ubalan Waterpark sebesar 50 persen telah diajukan ke Bupati Mojokerto. Kini, rasionalisasi biaya masuk di destinasi wisata kolam renang di kaki Gunung Welirang ini masih dalam kajian pembahasan oleh tim Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Disbudporapar Kabupaten Mojokerto, Anton Subendi mengatakan, dengan harga tiket Rp30 ribu per orang dinilai terlalu tinggi. “Dari tarif sebelumnya, Rp30 ribu per orang menjadi Rp20 ribu untuk dewasa dan Rp17.500 untuk anak-anak. Usulan tiket ini berlaku untuk weekday,” ungkapnya, Kamis (6/4/2023).
Baca Juga: Bupati Mojokerto Cek Obyek Wisata
Sedangkan untuk weekend atau akhir pekan, masih kata Anton, tiket dewasa diusulkan turun jadi Rp17.500 dan anak-anak Rp15.000. Selain itu, bagi wisatawan rombongan juga akan mendapat tarif khusus dengan potongan harga 25 persen, sementara wisatawan mancanegara diusulkan Rp 35 ribu.
“Aturan ini sesuai Perda Nomor 5 tahun 2016 terkait retribusi tarif masuk ke wisata Ubalan yakni R30 ribu. Tarif Rp30 ribu dewasa maupun anak-anak waktu itu mungkin belum banyak kompetitor yang sama berkonsep Waterpark, kalau saat ini banyak wisata yang dilengkapi Waterpark,” jelasnya.
Menurutnya, selama ini belum ada penambahan wahana di wisata Ubalan Waterpark. Dengan banyak bermunculan desa wisata yang menggunakan salah satunya kolam renang menjadi salah satu pertimbangan sehingga tarif maduk wisata Ubalan Waterpark menyesuaikan.
“Kita berharap tarif baru di wisata Ubalan bisa diterapkan paling tidak awal tahun depan. Penerapan tarif baru ini menunggu revisi Perda Nomor 5 tahun 2016, kalau informasinya estimasi targetnya Perda untuk tarif retribusi itu rampung tahun ini sehingga dimungkinkan tahun depan baru bisa dilaksanakan,” tegasnya. [tin/ted]






